RadarSitubondo.id – Partai pengusung dan pendukung pasangan calon (paslon) calon bupati dan wakil Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo – Ulfiah memastikan kemenangan dalam perhelatan pilkada serentak, 27 November 2024 lalu.
Mereka mengumumkan kepada publik bahwa cabup-cawabup yang diusungnya unggul tiga persen dibandingkan pasangan Bung Karna – Nyai Khoi.
Dalam press release yang dilakukan di Kantor DPC PKB Situbondo tersebut, pasangan Rio-Ulfi disebut-sebut mampu mengungguli pasangan Bung Karna – Nyai Khoi hingga terpaut 13.691 suara atau tiga persen.
Data tersebut diperoleh setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rekapitulasi tingkat kecamatan secara serentak, Sabtu (30/11) lalu.
“Kita unggul di sebelas kecamatan, yakni Situbondo, Panarukan, Kapongan, Panji, Mangaran, Jangkar, Banyuputih, Suboh, Sumbermalang, Mlandingan dan Bungatan dengan total perolehan 202.479 suara,” terang Yusuf Rio Wahyu Prayogo di hadapan para wartawan, Minggu (1/12).
Rio didampingi Ketua DPC PKB, Ra Yafi; Ketua DPC PPP, Zeiniye dan Tim Pemenangan 01, Johantono.
Data yang diterima Koran ini, di Kecamatan Situbondo pasangan Rio-Ulfi mendapat 14.331 suara; Panarukan 17.712 suara; Kapongan 13.742 suara dan Panji 22.431 suara, Mangaran 13.419 suara; Jangkar 15.283 suara; Banyuputih 13.494 suara; Suboh 8.675 suara; Sumbermalang 8.347 suara; Mlandingan 7.270 suara; dan Bungatan 7.593 suara.
“Perolehan suara kita mencapai 51,75 persen dari jumlah pemilih yang hadir di TPS sebanyak 350 ribu orang lebih. Jika dibandingkan dengan paslon nomor urut dua Karna Suswandi – Nyai. Khaironi terpaut tiga persen atau selisih 13.691 suara,” terang Rio.
Calon bupati terpilih itu mengakui, perolehan suaranya anjlok di lima kecamatan. Yakni Kecamatan Arjasa, Asembagus, Besuki, Jatibanteng, Banyuglugur dan Kendit.
Meskipun diakuinya, perolehan suara di lima tempat itu, tidak terlalu terpaut jauh dengan paslon nomor urut 02.
“Di Kecamatan Besuki kami kalah 4000 ribu suara, Rio-Ulfi mendapat 15.499 suara, Karna – Nyai Khoi mendapat 20.009 suara. Meskipun sejak awal kami lebih intens di wilayah barat, dengan harapan bisa memenangkan suara sebanyak mungkin. Namun masih kalah unggul dengan paslon nomor urut dua,” jelasnya.
Akan tetapi, Mas Rio mengaku, dirinya bangga dengan perolehan suara di kecamatan Besuki meskipun belum sesuai harapan.
Sebab, dibandingkan pilkada tahun 2020, perolehan suara calon bupati yang didukung PKB khususnya terpaut jauh mencapai 15 ribu suara. Sedangkan saat ini, perolehan suara tidak terlalu jauh.
“Saya kira ada beberapa hal yang meyakinkan masyarakat untuk memilih 01, misalnya terkait komitmen saya untuk tinggal di Besuki dan itu akan kami laksanakan. Kemudian ide Besuki sebagai kawasan ekonomi baru itu benar-benar ditunggu oleh masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Mas Rio menyatakan, bahwa tidak ada strategi khusus yang dipersiapkan untuk memenangkan dirinya dalam pilkada tahun 2024.
Hanya saja, kemenangan dirinya lantaran mendapat dukungan dari koalisi bersama. Meliputi partai kultur dan beberapa partai nasionalis yang memiliki basis masa tersebar luas di wilayah Situbondo.
“Strategi pemenangan tidak ada yang spesial, semua biasa saja. Karena ini koalisi besar. Belum lagi dukungan kultur Pondok Pesantren Wali Songo, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iiyah Sukorejo dan Pondok Pesantren Nurul Jadid,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin