Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Tingkat Partisipasi Pemilih Pilkada di Situbondo Tembus 79,01 Persen

Iwan Feriyanto • Rabu, 4 Desember 2024 | 17:23 WIB
DISKUSI: Komisioner KPU, Khoirul Anam meninjau langsung pelaksanaan rekapitulasi suara di kantor Kecamatan Kapongan, Sabtu (30/11) lalu.
DISKUSI: Komisioner KPU, Khoirul Anam meninjau langsung pelaksanaan rekapitulasi suara di kantor Kecamatan Kapongan, Sabtu (30/11) lalu.

RadarSitubondo.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Situbondo mengklaim sukses menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2024.

Selain pelaksanaan pesta demokrasi yang berjalan lancar dan kondusif, tingkat partisipasi masyarakat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) juga tergolong tinggi. Mencapai 79,01 persen dari 507.507 orang yang terdaftar sebagai pemilih tetap (DPT).

Devisi Penyelenggara Teknis pada KPU Situbondo, Bustamil Arifin mengatakan, jumlah partisipasi pemilih di angka 79,01 persen menjadi kebanggaan tersendiri bagi KPU Situbondo.

Pasalnya, KPU Provinsi Jawa Timur semula menargetkan angka partisipasi pemilih hanya 70-75 persen untuk Kabupaten Situbondo.

“Bahkan angka partisipasi pemilih kita pada pilkada tahun 2024 ini lebih tinggi dibandingkan pilkada tahun 2019. Pada tahun itu, tingkat partisipasi pemilih di angka 72 persen lebih,” ujarnya, Selasa (3/12).

Bustamil menyampaikan, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan partisipasi pemilih. Seperti rutin menggelar sosialisasi bersama warga, bersama komunitas di Situbondo serta menggandeng media untuk menyampaikan informasi kepada publik.

“Petugas kami mulai dari PPK, PPS dan KPPS juga rutin melakukan sosialisasi di desanya masing-masing. Sebelum H-1 pemungutan suara dilaksanakan mereka keliling menggunakan pengeras suara untuk mengingatkan dan mengajak warga datang ke TPS,”ungkapnya.

Dikatakan, sosialisasi yang dilakukan sudah diatur KPU. Misalnya, narasi yang dilontarkan tidak condong kepada salah satu pasangan calon (paslon).

Hal itu bertujuan untuk menarik perhatian warga. “Dan terbukti ketika kita atur sedemikian rupa sosialisasi selama ini mampu menarik minat minat warga datang ke TPS,” cetusnya.

Bustamil menambahkan, warga yang tidak datang ke TPS ada beberapa faktor. Misalnya merantau ke luar kota untuk bekerja maupun menempuh pendidikan, lalu sakit saat hari H pelaksanaan pemungutan suara.

“Penyebab itu tidak tersampaikan kepada petugas kami. Sehingga ketika tidak bisa hadir misalnya karena sakit, tidak bisa menyalurkan hak suaranya. Padahal kalau mereka melapor, petugas kami yang datang,” jelasnya.

Dikatakan, ke depan KPU akan melakukan evaluasi terkait pemilih yang tidak datang ke TPS. Sehingga ada solusi yang tepat untuk warga yang tidak hadir saat pemungutan suara. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#kpu situbondo #pilkada serentak #partisipasi pemilih