RadarSitubondo.id - Ribuan tenaga honorer berencana mendatangi kantor DPRD Situbondo. Aksi ini dilakukan untuk meminta bantuan anggota dewan agar pemerintah kabupaten (pemkab) memperhatikan nasib pegawai sukarelawan (sukwan).
Ketua Aliansi Honorer se-Kabupaten Situbondo, Edi mengatakan, ada beberapa tuntutan yang akan disampaikan kepada anggota DPRD. Seperti pengangkatan tenaga honorer, serta meminta Pemkab tidak membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
"Kami ingin pemkab memperhatikan bagaimana nasib honorer ke depan. Misalnya ada kuota besar perekrutan PPPK," ujarnya, Selasa (21/1).
Dijelaskan, dengan banyaknya kuota rekrutment yang disediakanemkab, maka akan berdampak terhadap makin besarnya peluang bagi tenaga honorer menjadi PPPK. Baik dari kalangan guru, tenaga kesehatan maupun tenaga teknis di lingkungan pemkab Situbondo.
Edi mengaku, kuota penerimaan PPPK yang disediakan Pemkab Situbondo masih sangat sedikit. Terbukti, hingga saat ini masih ada ribuan tenaga honorer yang masih belum jelas nasib-nya ke depan.
"Kalau tidak salah, pemkab hanya membuka kuota 400 an untuk rekrutmen PPPK tahun ini. Sedangkan untuk honorer yang belum jadi PPPK jumlahnya ada tiga ribu lebih," jelasnya.
Edi meminta, Pemkab Situbondo tidak membuka rekrutmen CPNS terlebih dahulu. Sebaiknya kuota tersebut dialihkan seluruhnya untuk rekrutment PPPK.
"Sebelum para honorer ini belum diangkat jadi PPPK, lebih baik pemkab tidak membuka penerimaan CPNS," harapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Situbondo, Mahbub Junaidi mengaku, sudah menerima undangan audiensi dari aliansi honorer se-Kabupaten Situbondo.
Selanjutnya, DPRD siap menampung seluruh aspirasi yang menjadi tuntutan mereka. "Kami siap untuk menerima kedatangan teman-teman honorer," pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin