RADAR SITUBONDO - DPRD Situbondo menilai kinerja tim penjual aset KPRI Raung tidak serius. Sebab, setelah sekian lama dibentuk, namun mereka belum pernah melaporkan progres tugas utamanya.
Anggota komisi II DPRD Situbondo, Umi Maslaha mengatakan, DPRD sudah berupaya membantu persoalan yang menjadi kendala dalam penjualan aset-aset KPRI Raung. Namun, hingga saat ini belum ada laporan yang diterima dewan.
"Justru kami mendapat laporan dari nasabah kalau aset Raung belum laku. Penyebabnya, tidak tahu karena pengurus tidak menyampaikan kepada kami," ujarnya, Selasa (18/3).
Perempuan yang akrab disapa Umi itu menyayangkan persoalan tersebut. Seharusnya pengurus aktif menyampaikan laporan tentang kinerjanya. Sebab, hasil penjualan aset sudah ditunggu para nasabah yang uangnya tak bisa dicairkan.
"Apabila (tim penjual aset) ada masalah, seharusnya mencari solusi. Jadi, jangan diam seolah-olah tidak ada masalah supaya bisa cepat laku," ucapnya.
Sementara itu, Bendahara Tim penjual aset KPRI Raung, Anggi Dwi Setiawan mengaku banyak kendala dalam menjual aset KPRI Raung. Ini disebabkan internal tim yang tidak kompak.
"Saya sebetulnya kecewa juga dengan tim ini. Karena tidak ada komitmen serius agar aset KPRI Raung cepat laku," jelasnya.
Pria yang akrab disapa Anggi itu mengaku akan mendatangi kantor DPRD dalam waktu dekat ini. Tujuannya, untuk menyampaikan masalah tersebut. "Besok (hari ini) saya mau ke DPRD. Saya mau menyampaikan bagaimana kondisi tim ini yang tidak solid," pungkasya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin