RadarSitubondo.id -Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur bersama Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jatim, Ir. H. Yoyok Mulyadi, M.Si, mengadakan Bimbingan Teknis Pengelolaan Sampah, Kamis, (22/5).
Acara berlangsung di Aula MI Ibrahimy Ponpes Walisongo, Kelurahan Mimbaan.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari unsur tokoh masyarakat, LPM, PKK, Karang Taruna dan Komunitas peduli lingkungan.
Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Ir. H. Yoyok Mulyadi, M.Si, mengatakan, bimtek pengelolaan sampah oleh DLH Provinsi Jawa Timur bersama Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, merupakan langkah positif dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Upaya tersebut bertujuan menciptakan lingkungan yang besih dan sehat.
“Tugas saya sebagai anggota dewan hanya mengawal atau menarik program tersebut bisa masuk di Kabupaten Situbondo. Minimal menambah wawasan tentang cara menangani sampah,” terang Pria yang akrab di sapa Jih Yoyok tersebut.
Dengan mengikuti kegiatan tersebut, diharapkan peserta dapat lebih memahami dalam mengelola sampah di lingkungannya, serta dapat mengedukasi keluarga masing-masing, bahkan ikut andil dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Sehingga, dapat mengurangi beban sampah yang ada.
“DLH Jatim hadir di Kabupaten Situbondo selain memberikan bimtek tentang pengelolaan sampah, juga menyerahkan satu unit armada roda tiga pengangkut sampah untuk Ponpes Walisongo. Insya Allah akan serahkan akhir bulan juni ini,’ ujarnya.
Agus Sucahyono, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jatim menyampaikan, kegiatan bimtek kali ini, salah satu bentuk upaya DLH bersama Komis D DPRD Jatim dalam meningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah di Situbondo hari ini.
Selain itu, pihaknya berharap kepada masyarakat untuk ikut mendukung dan mendorong pencapaian target sampah.
Jika dilihat GTS 2018, indeks ketidakpedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah hampir 72 persen.
Artinya, sampah masih dibuang kemana-mana bukan pada tempatnya.
Dengan keadaaan tersebut, dibutuhkan bantuan dan dukungan agar bisa mendorong cikal bakal Pesantren Wali Songo bisa membudidaya sampah dari sumbernya.
"Tadi diinformasikan hampil 10 ribu santri, berapa ton sampah yang belum dikelola. Banyak lahan-lahan yang kosong untuk bisa dimanfaat pengelolaan sampah. Kami berharap masih banyak potensi sampah yang bisa dikelola dengan baik," pungkasnya. (john/pri)
Editor : Edy Supriyono