RADARSITUBONDO.ID – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-207, Jumat (15/8), menjadi panggung penghargaan bergengsi bagi Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio.
Di hadapan ribuan warga yang memadati Alun-Alun Situbondo, ia menerima anugerah Tokoh Pendorong UMKM 2025 dari Jawa Pos Radar Banyuwangi.
Penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi pengakuan nyata atas gebrakan Mas Rio dalam mengangkat sektor UMKM menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Samsudin Adlawi, mengatakan, apresiasi ini diberikan karena dukungan Mas Rio terhadap UMKM terlihat jelas, baik dari kebijakan maupun aksi nyata.
“Beliau tidak berhenti di tataran wacana. Kebijakannya benar-benar menyentuh pelaku usaha, memberikan dampak langsung, dan menggerakkan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Vorsa UMKM: Kredit Bunga 0 Persen yang Bikin Usaha Melaju
Dari sejumlah terobosan yang lahir di masa kepemimpinan Mas Rio, Vorsa UMKM menjadi yang paling mendapat sorotan.
Skema ini memberikan subsidi bunga pinjaman senilai Rp3 miliar, membuat pelaku UMKM bisa mendapatkan kredit modal usaha dengan bunga 0 persen.
Bagi pelaku usaha mikro, kebijakan ini ibarat oksigen baru. Tanpa beban bunga, mereka bisa mengalokasikan modal sepenuhnya untuk pengembangan produk, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas.
Baca Juga: Mas Rio: Jelocity Harus Terus Ada Agar Jadi Agenda Wisata Situbondo
Tak hanya soal modal, Mas Rio juga menyiapkan bantuan administrasi usaha agar pelaku UMKM bisa fokus pada pengembangan bisnis.
“Kalau UMKM bergerak, uang berputar, daya beli naik, lapangan kerja terbuka. Efeknya terasa ke semua lini,” tegasnya.
Situbondo Dideklarasikan sebagai Kabupaten UMKM
Puncak komitmen Pemkab Situbondo terhadap sektor ini terjadi pada 4 Juli 2025, ketika Wakil Menteri UMKM RI Helvi Y. Moraza hadir di Pendopo Kabupaten untuk mendeklarasikan Situbondo sebagai Kabupaten UMKM.
Deklarasi ditandai penandatanganan prasasti oleh Wamen Helvi sebagai simbol dukungan pemerintah pusat.
Helvi menyebut, langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan UMKM harus menjadi pilar utama ekonomi nasional.
Baca Juga: Bupati Situbondo DM Bintang Timnas Voli Afifah Syahes, Langsung Diundang Pulang Kampung
“UMKM bisa menjadi penggerak PDB, dan Situbondo telah memberi contoh bagaimana daerah bisa fokus pada sektor ini,” katanya.
UMKM Sebagai Solusi Pengentasan Kemiskinan
Bagi Mas Rio, UMKM bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga strategi untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem.
“UMKM adalah juru selamat Situbondo. Kalau sebelumnya kita biasa-biasa saja, sekarang saatnya naik kelas. Ini gerakan perubahan,” tegasnya.
Ia menilai bantuan sosial yang diberikan terlalu lama justru bisa menjadi jebakan kemiskinan. Sebaliknya, ketika UMKM berkembang, masyarakat punya penghasilan, martabat, dan masa depan yang lebih cerah.
Sentra UMKM dan Event sebagai Lokomotif Ekonomi Baru
Pemkab Situbondo juga menata dan memperluas sentra UMKM di berbagai titik, seperti Burnik City, pasar rakyat, serta menggelar event daerah yang mempromosikan produk lokal.
Semua ini dirancang menjadi lokomotif baru penggerak ekonomi, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada sektor pertanian.
Baca Juga: Desa atau Kecamatan Baluran? Ini Tiga Usul Wakil Ketua DPRD SItubondo Terkait Wacana Bupati Mas Rio
Untuk pertama kalinya, sektor UMKM ditargetkan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Situbondo.
Pemerintah daerah optimistis, strategi ini akan membuat Situbondo lebih tangguh menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Penghargaan Tokoh Pendorong UMKM 2025 yang diterima Mas Rio menjadi bukti bahwa ketika kebijakan, inovasi, dan kemauan kuat berpadu, UMKM bisa naik kelas dan menjadi kebanggaan daerah. (*)
Editor : Ali Sodiqin