RADARSITUBONDO.ID – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo untuk pertama kali menggerakkan gerbong mutasi pejabat di masa pemerintahannya, Jumat (21/11).
Sebanyak 244 pejabat administrator, pengawas dan kepala puskesmas harus meninggalkan jabatan lamanya menjalankan tugas baru.
Bupati Rio menuturkan bahwa dirinya baru melakukan rotasi jabatan setelah selama delapan bulan memimpin Situbondo bersama Wabup Ulfiah.
Diakui, proses tersebut cukup menguras tenaga dan pikiran. Sebab, pejabat yang dipindah harus mampu memahami serta menerjemahkan visi dan misi bupati dan wakil bupati.
“Ini adalah moment of truth bagi saya. Tadi cukup emosional, karena mereka inilah yang akan mengeksekusi setiap kebijakan kami,” tambahnya.
Rio menambahkan bahwa selama delapan bulan terakhir, dirinya telah melakukan penjajakan satu per satu terhadap para pejabat yang akan dimutasi untuk mengetahui kapasitas, komitmen, dan kejujurannya.
“Saya ajak mereka berbicara langsung, ingin tahu kemampuan dan integritasnya. Saya lepaskan semua pertimbangan politis,” ujarnya.
Dia menyebutkan, para pejabat yang baru dilantik diberi waktu tiga bulan untuk menunjukkan kinerja mereka, sebelum dilakukan evaluasi lanjutan.
“Dalam tiga bulan ke depan akan ada penyegaran lagi. Karena ada yang pensiun dan ada pula yang akan dievaluasi,” jelas Bupati.
Sedangkan untuk mutasi pejabat eselon II, Rio menyampaikan bahwa prosesnya masih berjalan. Pihaknya telah memulai tahapan awal berupa uji kompetensi untuk menilai kemampuan manajerial sehingga penempatan jabatan bisa sesuai kebutuhan.
“Untuk eselon II masih berproses. Kita sudah memulai uji kompetensi dan akan melanjutkan dengan asesmen untuk open bidding. Semua ditargetkan selesai tahun ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Situbondo, Syamsuri menegaskan bahwa pihaknya akan memulai uji kompetensi bagi pejabat eselon II awal bulan depan.
“Bulan depan uji kompetensi untuk mutasi eselon II akan kita jalankan, kemudian dilanjutkan asesmen untuk persiapan open bidding pada jabatan yang masih kosong,” kata Syamsuri. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono