Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Kemenag Situbondo Resmikan Kampung Zakat, Serahkan Rumah Layak Huni dan Hewan Ternak

Moh Humaidi Hidayatullah • Rabu, 24 Desember 2025 | 03:30 WIB
Kepala Kanwil Kemenag Jatim Ahmad Sruji Bahtiar (dua dari kiri) didampingi Kepala Kemenag Situbondo, dr. H. M Mudhofar berbagi rejeki dengan kaum duafa, di Kampung Campalok, Desa Jatisari,
Kepala Kanwil Kemenag Jatim Ahmad Sruji Bahtiar (dua dari kiri) didampingi Kepala Kemenag Situbondo, dr. H. M Mudhofar berbagi rejeki dengan kaum duafa, di Kampung Campalok, Desa Jatisari,

RADARSITUBONDO.ID - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo meresmikan Kampung Zakat di Dusun Campalok, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Selasa (23/12). Giat tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Profinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim) Ahmad Sruji Bahtiar.

Acara berlangsung meriah dengan pembagian santunan dan pemberian hewan ternak terhadap kaum duafa.

Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Kemenag Republik Indonesia atau dikenal dengan Hari Amal Bhakti (HAB) yang ke-80. Acara diawali dengan pembacaan Khotmil Alquran. Selanjutnya pemotongan tumpeng serta penguburan sesaji sebagai prosesi tradisi rokat rumah.

Tak hanya itu, usai acara seremonial juga dilakukan pemberian sembako bagi seratus orang lebih warga yang masuk kategori miskin.

Yang lebih mengesankan, puluhan penerima sembako juga mendapat uang yang diberi langsung oleh Kakanwil Kemenag Jatim, Ahmad Sruji Bahtiar.

Kepala Kemenag Situbondo, dr. H. Muhammad Mudhofar, mengatakan, acara di Dusun terpencil tersebut sangat luar biasa. Sebab dihadiri langsung oleh Kakanwil Jatim. Selama ini, jarang-jarang ada kegiatan di kabupaten yang dihadiri langsung oleh pejabat dari Kanwil Jatim.

“Alhamdulillah dalam acara ini kami hadir berbuat manfaat bagi warga Desa Jatisari. Yang perlu diketahui, adanya bantuan yang diberikan kepada warga merupakan hasil zakjat sedakah dari karyawan kemenag,” ujar Muddhofar.

Kata dia, rangkaian acara yang dilaksanakan meliputi program Kemenag Bersemi (Bedah Rumah Sejahtera Ekonomi), launcing kampung zakat, pemberian mushaf Alquran, santunan fakir miskin dan duafa, sekaligus bantuan hewan ternak bergulir.

“Saat ini yang menerima bedah rumah adalah pak Tosa. Beliau layak untuk mendapat bantuan bedah rumah layak huni.  Kami juga memberi dua kambing jantan dan betina agar diperlihara. Kambing ini adalah cara Kemenag memulihkan ekonomi warga,” tega Mudhoffar.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Jatim, Bahtiar dalam sambutannya mengimbau kepada penerima manfaat agar pemberian dari Kemenag diterima dan dirawat. Khusus kambing harus dipelihara dan tidak boleh dijual.

“Kambing yang diberikan harus dipelihara, jangan dijual. Pelihara dan jika sudah beranak bisa diberikan pada warga sekitar. Kalau perlu indukannya bisa dijual untuk dibuat sedakah pada warga yang membutuhkan. Kambing jangan dijual apalagi dibuat beli judi,” ucap Seruji sambil tertawa.

Dia melaporkan hasil wakaf yang dikumpulkan saat ini kurang lebih Rp 11 miliar. Uang tersebut bakal dialokasikan untuk memberi manfaat pada warga dalam rangkat mengentas kemiskinan di Indonesia.

“Semoga sebagian dana yang terkumpul bisa dialokasikan di Desa Jati Sari,” tegas Seruji.

Kades Jatisari, Rayudi, mengaku, kehadiran kemenag ke Desa Jatisari merupakan sejarah yang patut disyukuri. Termasuk adanya bantuan dari kemenag perlu diapresiasi kerena penempatannya tepat sasaran.

“Pak Toso yang dapat bedah rumah ini adalah orang yang aktif ikut pengajian. Bahkan meskipun tiap hari hanya naik sepeda ontel tidak pernah mengeluh apalagi minta bantuan. Tapi tanpa meminta sudah dapat. Sudah dapat rumah dihadiahi Kemenag Situbondo dan Kemenag Jatim,” tutur Rayudi. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#kampung zakat #kemenag situbondo