RADARSITUBONDO.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Situbondo, Mahbub Djunaidi, meminta pemerintah daerah segera mendistribusikan ambulans program satu desa satu mobil ambulans. Ini agar kegiatan yang menelan anggaran Rp 13,3 miliar tersebut bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Khususnya mereka di desa-desa terpencil yang sangat membutuhkan layanan ambulans.
Mahbub menegaskan, pendistribusian ambulans tahap pertama harus segera dilakukan. “Nanti akan kami masukkan dalam rapat evaluasi, kenapa sampai sekarang masih belum didistribusikan,” kata Mahbub.
Dia menambahkan, pada APBD 2025 tahap pertama, Pemkab Situbondo memang telah mengalokasikan anggaran Rp13,3 miliar untuk pengadaan 38 unit mobil ambulans yang rencananya akan disebar ke desa-desa sebagai upaya peningkatan layanan kesehatan di tingkat desa. “Belum didistribusikannya 38 unit mobil ambulans pengadaan tahun 2025 ini menjadi catatan kami, karena hingga saat ini masih belum disalurkan ke desa,” imbuhnya.
Mahbub juga menyarankan agar pada tahap pertama pendistribusian ambulans diprioritaskan ke desa-desa yang taat membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). “Kami menyumbang pendapat agar desa penerima mobil ambulans tahap pertama ini adalah desa-desa yang taat pajak,” ujarnya.
Menurut Mahbub, pada tahun anggaran 2026, Pemkab Situbondo juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp 7 miliar untuk pengadaan 20 unit mobil ambulans tahap kedua. Dengan demikian, harapan masyarakat desa pelosok untuk mendapatkan layanan kesehatan yang setara dapat terwujud. “Kami juga menyarankan agar pengadaan mobil ambulans ke depan dilengkapi beberapa unit dengan spesifikasi khusus, sehingga layanan kesehatan bisa menjangkau desa-desa pegunungan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, dr. Sandy Hendrayono, mengaku belum bisa banyak berkomentar terkait pendistribusian ambulans tersebut. Menurutnya, masih ada sejumlah mekanisme yang harus diselesaikan agar pendistribusian benar-benar tepat sasaran. “Soal itu masih dalam proses. Dari sisi pendataan penerima masih kami lakukan, dan secepatnya akan didistribusikan,” ujarnya.
- Sandy menjelaskan, saat ini Dinkes Situbondo masih melengkapi administrasi kendaraan, seperti STNK, BPKB, serta pelat nomor. “Nantinya mobil ambulans ini akan disiagakan di puskesmas pembantu (pustu) di desa-desa sebagai unit pelayanan kesehatan perpanjangan tangan dari puskesmas induk,” pungkasnya. (rif/pri)