Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

75 Tahun Tanpa Aspal, Warga Dusun Terpencil Situbondo Akhirnya Nikmati Jalan Layak, Ekonomi Diprediksi Bangkit

Moh Humaidi Hidayatullah • Selasa, 13 Januari 2026 | 19:20 WIB
DIASPAL: Jalan Dusun Mindi dan Dusun Kacep, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Situbondo, telah diperbaiki untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan terpencil, Selasa (13/1).
DIASPAL: Jalan Dusun Mindi dan Dusun Kacep, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Situbondo, telah diperbaiki untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan terpencil, Selasa (13/1).

RADARSITUBONDO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan kebutuhan publik. Pada tahun 2025, misalnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman (PUPP) membangun Dam Siguwo serta jalan di Dusun Mindi dan Dusun Kacep, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa. Pembangunan tersebut bertujuan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan terpencil yang mayoritas bergerak di sektor pertanian, seperti kopi, jahe, dan tembakau.

Data yang diterima Koran ini, kerusakan Dam Siguwo akibat bencana hidrometeorologi. Sehingga, mengancam area pertanian dengan Luas Baku Sawah (LBS) sekitar 115 hektare yang berpotensi mengalami kekeringan.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman (PUPP) Situbondo, Abdul Kadir menerangkan, dengan adanya rehabilitasi Dam Siguwo, kondisi pertanian di wilayah tersebut, kini terbantu. Terutama dalam mendukung program pemerintah terkait swasembada pangan.

“Perbaikan infrastruktur sangat membantu masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga pedesaan. Dengan pembangunan ini, perekonomian masyarakat meningkat, pemasaran menjadi lebih mudah, dan daya jual hasil pertanian juga naik,” kata Abdul Kadir, Selasa (13/1).

Sementara itu, lanjut Kadir, pembangunan jalan di Dusun Mindi bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Pasalnya, selama sekitar 75 tahun, wilayah tersebut belum pernah memiliki akses jalan yang layak sebagai sarana transportasi.

PASKA PEMBANGUNAN: Dam Siguwo kini sudah berfungsi kembali mengairi ratusan hektare sawah.
PASKA PEMBANGUNAN: Dam Siguwo kini sudah berfungsi kembali mengairi ratusan hektare sawah.

Kini, jalan telah dibangun untuk memudahkan warga memasarkan hasil pertanian, khususnya jahe.  “Selain itu, masyarakat juga bisa merasakan pemerataan pembangunan. Selama ini, bukan hanya jalan rusak, bahkan sebagian masih berupa tanah dan bebatuan,” jelasnya.

 Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya tidak hanya rusak berat, tetapi juga sangat sulit dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Hal itu berdampak pada rendahnya harga jual hasil pertanian karena akses pengangkutan yang sulit. “Daerah seperti Dusun Mindi dan Kacep banyak warga yang bertani kopi dan jahe. Dengan perbaikan jalan, hasil jualnya akan meningkat karena akses sudah lebih mudah,” ujarnya.

Kadir juga menyebutkan, selain jahe dan kopi, terdapat komoditas lain yang menjadi sumber pendapatan warga, seperti pisang di Dusun Cobbuk dan Telaga Sari. Bahkan, hasil pertanian tersebut dipasarkan hingga ke luar daerah, seperti Bali.

“Oleh sebab itu, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan karena potensi ekonomi masyarakat sangat besar. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang, warga banyak menanam jagung dan tanaman lainnya. Dengan akses jalan yang baik, pemasaran tentu lebih mudah,” bebernya.

Salim, salah seorang warga Dusun Mindi, mengaku sangat bersyukur dengan adanya perbaikan jalan di wilayahnya. Ia mengatakan, selama puluhan tahun, dusunnya tidak pernah mendapatkan akses jalan aspal maupun perbaikan. “Alhamdulillah sekarang ada perbaikan jalan. Selama ini tidak pernah ada perbaikan, apalagi masuk ke dusun terpencil seperti ini,” ujarnya singkat. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #Jalan Aspal #Pemkab Situbondo