Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Ini Alasan Bupati Situbondo Mutasi Eselon 2 Baru Dilakukan Setahun Setelah Pemerintahannya Berjalan

Moh Humaidi Hidayatullah • Jumat, 16 Januari 2026 | 20:27 WIB
JABAT TANGAN: Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo pasca melantik pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Situbondo, Jumat (16/1).
JABAT TANGAN: Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo pasca melantik pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Situbondo, Jumat (16/1).

RADARSITUBONDO.ID – Setelah hampir satu tahun masa pemerintahannya berjalan, Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo, akhirnya melantik 26 pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Situbondo, Jumat (16/1). Meski diakui belum ideal, namun komposisi pejabat pimpinan tinggi pratama tersebut dinilai sebagai line up terbaik dari yang ada. 

Kepada Jawa Pos Radar Situbondo, bupati yang akrab disapa Mas Rio itu menerangkan, butuh waktu panjang untuk melakukan mutasi eselon II. “Karena saya ingin melihat komitmen dan kinerjanya (lebih dulu). Ini memang belum ideal, tapi line up terbaik dari yang ada,” terangnya, Jumat malam (16/1).

Diakui, selama hampir satu tahun terakhir, Mas Rio diam-diam juga melakukan penilaian. Langkah itu harus diambilnya karena sebagai seorang leader dirinya akan bekerja dengan mereka. “Makanya, saya butuh menilai dan memastikan kebutuhan percepatan ekseksusi program prioritas,” imbuhnya.

Dalam sambutannya di Pendapa Rakyat Situbondo, Mas Rio menegaskan bahwa pelantikan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyegaran birokrasi melalui tahapan panjang dan selektif. Harapannya, mereka mampu membawa Situbondo menjadi lebih baik.

Bupati termuda dalam pemerintahan Pemkab Situbondo tersebut menegaskan bahwa proses rotasi dan promosi jabatan dilakukan secara objektif tanpa praktik jual beli jabatan. "Seluruh pengisian jabatan murni berdasarkan kebutuhan organisasi dan kinerja aparatur," tegasnya.

Kata Bupati Rio Pelantikan tersebut menjadi bagian dari strategi penyusunan “super team” guna memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) serta membangun soliditas tim pemerintahan. Dengan demikian, Situbondo diharapkan mampu bekerja lebih cepat, solid, dan profesional. “Rotasi dan promosi jabatan dilakukan murni berdasarkan kebutuhan organisasi dan kinerja, bukan karena kepentingan tertentu,” inbuhnya.

Dia menambahkan bahwa jabatan bukanlah tujuan akhir bagi aparatur sipil negara, melainkan sarana untuk mengabdi dan melayani masyarakat. “Jabatan ini bukan hadiah dan bukan untuk dibanggakan. Ini amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata dan tanggung jawab kepada masyarakat Situbondo,” tegasnya.

Mas Rio juga menekankan pentingnya kerja kolektif dalam pemerintahan. Ia menginginkan seluruh OPD bergerak sebagai satu kesatuan, bukan berjalan sendiri-sendiri. “Saya ingin membangun super team, bukan superman. Semua harus bekerja bersama, saling menguatkan, dan bergerak cepat,” ujarnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#mutasi #eselon II #Pemkab Situbondo