Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Anggaran Pascabencana Banjir Bandang Situbondo Masih Abu-abu, Sekda Tak Berani Sebut Angka

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 2 Februari 2026 | 20:19 WIB
HEARING: Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Situbondo menggelar rapat dengar pendapat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Situbondo, Senin (2/2).
HEARING: Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Situbondo menggelar rapat dengar pendapat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Situbondo, Senin (2/2).

RADARSITUBONDO.ID – Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Situbondo, Prio Andoko, mengaku belum mengetahui secara rinci besaran anggaran penanganan pascabencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo. Dia mengaku belum berani menyampaikan angka pasti karena khawatir terjadi kekeliruan.

Dia juga menambahkan, hingga saat ini juga belum mengetahui secara detail total kerugian akibat banjir bandang yang melanda tujuh kecamatan di Situbondo. Menurutnya, perhitungan rinci kerugian tersebut menjadi kewenangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo.

“Saya belum bisa menghitung. BPBD kabupaten yang lebih mengetahui,” terangnya, usai mengikuti rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Situbondo, Senin (2/2). “Saya tidak berani menyampaikan karena takut salah,” imbuhnya, saat diwawancarai.

Dia mengungkapkan, penanganan dampak banjir bandang yang terjadi pada 21 Januari 2026 membutuhkan biaya yang sangat besar. Bencana tersebut mengakibatkan ribuan rumah warga rusak dan terendam air, saluran irigasi serta ribuan hektare sawah terdampak, termasuk sejumlah infrastruktur lainnya.

"Untuk dana Belanja Tak Terduga (BTT) yang kita punya tentunya tidak mencukupi ya, jadi kita dibantu dari Pemprov Jatim dan pemerintah pusat. Kalau tidak salah ada sekitar Rp 104 miliar," bebernya.

Berdasarkan data BPBD Situbondo, jumlah rumah warga yang terdampak banjir bandang pada Rabu (21/1) malam mencapai 7.435 unit yang tersebar di enam kecamatan. Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo mencatat, banjir pekan lalu turut berdampak pada 21 lembaga pendidikan tingkat SD dan SMP. Dari jumlah tersebut, dua sekolah terdampak paling parah, yakni SDN 1 Kalianget dan SMPN 1 Banyuglugur. Kedua sekolah yang berdampingan tersebut mengalami kerusakan pada tembok pagar belakang yang ambruk, serta dipenuhi material banjir berupa lumpur dan sampah. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#banjir situbondo #bpbd situbondo #DPRD Situbondo