RADARSITUBONDO.ID – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menegaskan larangan aksi sweeping rumah makan yang tetap buka selama bulan puasa. Hal itu dinilai tidak perlu karena puasa merupakan urusan pribadi masing-masing individu.
Bupati Rio, sapaan akrabnya, menilai sweeping terhadap warung maupun tempat umum untuk mencari dan menekan orang yang tidak berpuasa justru berpotensi menimbulkan gesekan di tengah masyarakat. Sebab, puasa atau tidak puasa merupakan urusan masing-masing individu dengan Allah. “Nggak perlu ada sweeping warung-warung. Nggak perlu warung-warung ditutup-tutup. Kalau kata Gus Dur, ya itulah ujiannya orang yang berpuasa,” katanya.
Dia menambahkan, seperti yang disampaikan Gus Dur, berpuasa adalah urusan setiap orang. Oleh karena itu tidak perlu ada sweeping karena hal tersebut justru bagian dari nikmatnya menjalankan puasa. “Tidak ada yang sama dalam hidup ini. Semua penuh perbedaan. Justru keindahan didapat dari perbedaan itu, termasuk dalam menyambut Ramadan ini,” tambahnya.
Meski demikian, pihaknya meminta agar masyarakat yang tidak berpuasa tetap menghormati mereka yang menjalankan ibadah puasa, seperti tidak makan, minum, atau merokok secara terbuka. “Yang tidak puasa harus tetap menghormati yang puasa. Kita (yang puasa) tak perlu merasa membela Tuhan dengan sweeping warung-warung itu,” ujarnya.
Bupati Rio juga menyebut pentingnya kedewasaan dalam beragama, terutama jika muncul perbedaan mengenai penetapan awal puasa di kalangan organisasi keagamaan. “Mari kita sambut Ramadan dengan penuh sukacita dan saling menghormati jika terdapat perbedaan perspektif. Sebagai representasi pemerintah daerah, kami akan tetap patuh dan mengikuti keputusan resmi dari pemerintah pusat,” ucapnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono