Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

5.538 Guru Ngaji di Situbondo Terima Insentif Rp3 Juta, Naik dari Tahun Lalu, Total Anggaran Rp13 Miliar

Moh Humaidi Hidayatullah • Selasa, 17 Maret 2026 | 19:23 WIB

CAIR: Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, didampingi Wabup Ulfiyah menyalurkan insentif guru ngaji di Pondok Pesantren Mamba'ul Hikam, Desa/Kecamatan Panji, Selasa (17/3).
CAIR: Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, didampingi Wabup Ulfiyah menyalurkan insentif guru ngaji di Pondok Pesantren Mamba'ul Hikam, Desa/Kecamatan Panji, Selasa (17/3).

RADARSITUBONDO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo mulai menyalurkan insentif bagi guru ngaji di Situbondo. Tahun 2026 ini total 5.538 orang penerima insentif dengan besaran Rp3 juta per orang.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengatakan bahwa insentif tersebut telah disalurkan kepada para guru ngaji yang berperan dalam membentuk karakter generasi. Total anggaran yang digelontorkan mencapai  Rp13 miliar, dengan masing-masing penerima mendapatkan Rp 3 juta.

“Per orang mendapat Rp 3 juta. Ada kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 2 juta. Namun, dengan nominal tersebut dirasa masih belum layak bagi mereka, karena telah membangun pengetahuan dan karakter anak sejak usia dini, bahkan sebelum masuk pesantren,” katanya.

Meski demikian, kata Bupati Rio, bukan berarti pemerintah tidak memperhatikan insentif guru ngaji. Namun, ada prioritas lain yang harus didahulukan, seperti penanganan korban terdampak banjir. “Saya berharap guru ngaji menjadi pilar dalam membangun kepekaan sosial. Namun, karena satu dan lain hal, terkadang muncul persepsi yang kurang tepat sehingga selalu menanyakan hal tersebut,” ungkapnya.

Dia menambahkan, insentif tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada para guru ngaji. Diharapkan, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mereka serta memperkuat peran dalam membentuk kepekaan sosial anak didik. “Yang mereka lakukan bukan untuk kepentingan duniawi, melainkan untuk bekal di akhirat,” tambahnya.

SEREMONIAL: Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyalurkan insentif guru ngaji di Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam, Desa/Kecamatan Panji, Selasa (17/3).
SEREMONIAL: Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyalurkan insentif guru ngaji di Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam, Desa/Kecamatan Panji, Selasa (17/3).

Selain itu, Pemkab juga mengikutsertakan para guru ngaji dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Iuran sebesar sekitar Rp 69 ribu per tahun dipotong langsung dari insentif yang diterima.

Menurutnya, hal tersebut penting untuk memberikan perlindungan jika terjadi kecelakaan kerja. “Jika terjadi kecelakaan saat bekerja, bisa ditanggung. Seperti halnya pekerja lain, termasuk petani tembakau,” ujarnya.

Bupati Rio menegaskan, kebijakan tersebut telah melalui persetujuan para penerima insentif. “Kami tidak serta-merta memotong. Semua sudah dikomunikasikan, dan mereka setuju,” tegasnya.

Bupati Rio juga menyampaikan bahwa masih ada guru ngaji yang belum terakomodasi dalam program tersebut. Hal ini disebabkan adanya proses verifikasi ulang data. “Ada yang belum terjangkau, ada yang sudah meninggal, dan ada pula yang ternyata bukan guru ngaji. Namun, kami masih membuka peluang bagi yang belum mendapatkan insentif,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#Insentif Guru Ngaji Segera Cair #Pemkab Situbondo