RADARSITUBONDO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Situbondo mencatat jumlah pemilih mengalami peningkatan sebanyak 28.665 orang. Dari sebelumnya 507.507 menjadi 536.172 orang. Penambahan tersebut berasal dari pemilih pemula yang telah memenuhi syarat usia serta perpindahan penduduk dari daerah lain.
Dalam rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) triwulan pertama tahun 2026, tercatat jumlah pemilih sebanyak 536.172 orang. Data tersebut telah ditetapkan sebagai jumlah pemilih sah dan akan menjadi dasar dalam penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilihan mendatang.
“Jadi, kami telah melaksanakan pleno PDPB triwulan pertama tahun 2026 dan menetapkan jumlah pemilih sebanyak 536.172 orang,” kata Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Situbondo, Andy Wahyu Pratama.
Andy menjelaskan, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 di Kabupaten Situbondo, jumlah DPT tercatat sebanyak 507.507 orang, dengan rincian 262.708 pemilih laki-laki dan 244.799 pemilih perempuan. “Jumlah pemilih ini bersifat dinamis, bisa bertambah maupun berkurang. Oleh karena itu, kami terus melakukan pemutakhiran data pemilih,” ujarnya.
Dia menambahkan, dari total 536.172 pemilih hasil PDPB triwulan pertama 2026, sebanyak 277.892 orang atau 51,83 persen merupakan pemilih laki-laki, sedangkan 258.280 orang atau 48,17 persen merupakan pemilih perempuan.
Menurut Andy, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan merupakan kegiatan rutin KPU untuk memastikan data pemilih tetap komprehensif dan akurat. “Setiap tiga bulan kami melaksanakan pleno PDPB. Dalam setahun, pemutakhiran data dilakukan empat kali dengan berkoordinasi bersama instansi terkait, seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Dinas Pendidikan,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat (Parmas), dan Humas Bawaslu Kabupaten Situbondo, Dini Meilia Meiranda, mengingatkan agar KPU melakukan rapat persiapan sebelum pelaksanaan pleno PDPB. “Pada tahun lalu, sebelum pleno PDPB dilaksanakan, ada rapat koordinasi persiapan bersama Bawaslu, Dispendukcapil, dan Dinas Pendidikan. Namun, tahun ini rapat tersebut tidak dilakukan,” ujarnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono