RADARSITUBONDO.ID - Perangkat Desa Kayu Putih, Kecamatan Panji, sudah empat bulan tidak menerima penghasilan tetap (Siltap). Itu mengakibatkan pelayanan desa tidak berjalan. Sebab banyak aparatur desa yang memilih mencari pekerjaan sampingan.
Informasi yang dihimpun Jurnalis Jawa Pos Radar Situbondo menyebutkan, dalam empat bulan terakhir gaji untuk para perangkat Desa Kayu Putih, tidak bisa dicairkan. Diduga kuat terhambat dengan adanya tanggungan audit Inspektorat tahun 2024.
“Yang kami tahu Siltap tidak cair karena terhambat oleh adanya audit inspektorat yang tidak dikembalikan oleh Kepala Desa ke rekening kas Desa. Kalau tidak keliru temuannya kurang lebih Rp 194 jutaan,” ujar nara sumber Jawa Pos Radar Situbondo, Selasa (7/4).
Dikatakan, salah satu penyebab Siltap tidak cair ada kaitannya dengan ketentuan dalam Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). Dalam dokumen terdapat persyaratan bahwa tidak boleh terdapat tunggakan atau tanggungan pengembalian atas hasil audit.
“Poin 4 dalam SPTJM dengan tegas menyebutkan tidak boleh ada tunggakan pengembalian atas hasil uadit. Kalau ada tanggungan secara adminitratif proses pencairan terkunci. Yang salah kades, kenapa semua perangkat desa jadi korban,” kata salah satu perangkat yang mewanti-wanti namanya agar tidak disebutkan.
Dampak Siltap tidak cair selama empat bulan terakhir, sejumlah perangkat desa memilih jalan alternatif untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Ada perangkat desa yang mengambil pekerjaan sebagai kuli bangunan, ada yang ikut nelayan cari ikan di laut.
“Karena Siltap tidak cair perangkat desa memilih tidak masuk kantor, pelayanan tutup. Ya karena banyak yang cari pekerjaan alternatif,” tuturnya.
Yang paling menyedihkan pada saat momen hari raya Idul Fitri. Keluhan perangkat desa rata-rata sama yaitu bingung mencari uang untuk membeli baju baru. Jangankan merayakan Idul Fitri, untuk kebutuhan sehari-hari harus ngutang.
“Siltap tidak cair sudah empat bulan terakhir, jadi pas Idul Fitri ya perangkat desa tidak punya uang,” tutupnya.
Kepala Desa Kayu Putih, Suriji, mengaku sudah mencari solusi. Salah satunya audensi ke DPRD Kabupaten Situbondo, Senin lalu (6/4). Dalam giat tersebut membahas persoalan Siltap perangkat desa yang belum terbayarkan.
“Kami ya berharap ada solusi segera agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal,” kata Suriji, singkat. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono