RADARSITUBONDO.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menargetkan nilai investasi pada tahun 2026 sebesar Rp 454 miliar. Sebanyak delapan sektor menjadi prioritas untuk ditawarkan kepada investor, di antaranya sektor industri, pertanian, dan lainnya.
Sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama, seiring dengan program pemerintah pusat yang mendorong swasembada pangan. Hal ini dinilai selaras dengan upaya peningkatan investasi di Situbondo. Terlebih, pada tahun 2025 lalu, realisasi investasi tercatat sangat tinggi, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
“Untuk target investasi tahun 2026 sebesar Rp454 miliar, dan kami optimistis dapat melampaui target tersebut. Kami juga terus meningkatkan pelayanan perizinan dengan memberikan kemudahan kepada investor,” kata Kepala DPMPTSP Situbondo, Dadang Aries Bintoro.
Dia menjelaskan, delapan sektor prioritas yang ditawarkan kepada investor meliputi sektor industri, pertanian/perkebunan, pariwisata, perdagangan, kelautan/perikanan, pelabuhan, pergudangan, serta perumahan dan kawasan permukiman.
“Setiap investor yang ingin menanamkan modalnya di Situbondo, kami sudah menyiapkan delapan sektor tersebut,” tambahnya.
Menurutnya, realisasi investasi di Situbondo pada tahun 2025 mencapai Rp1 triliun, jauh melampaui target sebesar Rp 425 miliar. Capaian tersebut juga lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp590 miliar.
Pada tahun 2025, nilai investasi terbesar ditopang oleh proyek modernisasi Pabrik Gula Asembagoes yang mencapai Rp 800 miliar. Investasi tersebut digunakan untuk pengembangan pabrik gula yang berlokasi di Kecamatan Asembagus.
“Jika dibandingkan dengan target tahun 2025 sebesar Rp425 miliar, realisasinya mencapai sekitar Rp 1 triliun,” jelasnya.
Selain itu, terdapat pula penanaman modal asing (PMA) yang bergerak di bidang pengolahan rumput laut di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, serta di Kecamatan Banyuglugur. Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencakup pembangunan pusat perbelanjaan seperti Roxy dan KDS, serta pembangunan hotel dan berbagai usaha lainnya.
Dadang menegaskan, Pemkab Situbondo terus berupaya meningkatkan investasi, salah satunya dengan mengundang investor dari luar daerah, diantaranya melalui agenda Investor Day, pemerintah daerah memberikan informasi terkait potensi investasi di Situbondo.
“Melalui agenda Investor Day ini, kami memberikan informasi kepada investor tentang potensi di Situbondo, sehingga mereka mengetahui bahwa kami siap menerima investasi dan memberikan berbagai kemudahan,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono