Profil Lengkap Menkeu Baru Suahasil Nazara, Harta Kekayaan Melebihi Purbaya

Agung Sedana • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 16:39 WIB
Menkeu Suahasil Nazara.
Menkeu Suahasil Nazara.

RADARSITUBONDO.ID - Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin (14/9/2026). Penunjukan ini membawa seorang teknokrat yang sudah lama berkecimpung dalam kebijakan fiskal ke kursi bendahara negara. Sebelum menjadi menteri, Suahasil hampir tujuh tahun menjabat Wakil Menteri Keuangan.

Bagi Suahasil, jabatan tersebut bukanlah awal perkenalannya dengan Kementerian Keuangan. Ia pernah menjadi Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) sejak 2015 dan kemudian dilantik sebagai kepala definitif pada 2016.

Kariernya bahkan bermula dari dunia akademik. Suahasil merupakan ekonom dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), dengan bidang keahlian yang antara lain mencakup ekonomi pembangunan serta ekonomi regional dan perkotaan.

Baca Juga: Purbaya Dicopot Digantikan Suahasil Nazara, Setahun Menjabat Segini Hartanya Sekarang

Lahir di Jakarta, Menempuh Pendidikan Ekonomi hingga Amerika Serikat

Suahasil Nazara lahir di Jakarta pada 23 November 1970. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 1994.

Pendidikan akademiknya kemudian berlanjut ke Amerika Serikat. Suahasil mendapatkan gelar Master of Science dari Cornell University pada 1997.

Enam tahun kemudian, ia menyelesaikan pendidikan doktoral di University of Illinois at Urbana-Champaign dan meraih gelar PhD bidang ekonomi pada 2003. Riwayat pendidikan tersebut menjadi salah satu fondasi kariernya sebagai akademisi sekaligus perumus kebijakan ekonomi.

Ketertarikannya pada ekonomi pembangunan dan ekonomi wilayah juga tercermin dalam bidang penelitian yang tercatat di profil akademiknya di UI. Suahasil memiliki minat penelitian pada development economics serta regional and urban economics.

Dari Dosen UI hingga Guru Besar

Sebelum masuk lebih jauh ke pemerintahan, Suahasil membangun karier sebagai akademisi. Ia mulai menjadi dosen di FEB UI pada 1999. Di kampus tersebut, ia kemudian dipercaya menduduki sejumlah posisi struktural.

Baca Juga: Rencana Pemerintah Bikin Rekening untuk 200 Juta Warga Indonesia

Suahasil pernah menjadi Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi pada 2004-2005, Kepala Lembaga Demografi pada 2005-2008, dan Ketua Departemen Ilmu Ekonomi pada 2009-2013.

Pada 2009, Suahasil dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi. UI hingga kini mencatat namanya sebagai salah satu Guru Besar Ilmu Ekonomi.

Dalam salah satu pidato ilmiahnya saat dikukuhkan sebagai guru besar, Suahasil mengangkat persoalan pemerataan antardaerah sebagai tantangan penting dalam transformasi struktural pembangunan ekonomi Indonesia.

Fokus tersebut sejalan dengan bidang keahliannya yang banyak bersinggungan dengan ekonomi pembangunan dan ekonomi regional.

Mulai Masuk ke Dunia Kebijakan Pemerintah

Jalur Suahasil menuju pemerintahan tidak berlangsung secara tiba-tiba. Ia pernah menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal pada 2009-2011. Pada periode yang hampir bersamaan, ia juga terlibat dalam sejumlah lembaga dan forum yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi serta pembangunan daerah.

Suahasil kemudian menjadi Koordinator Pokja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada Kantor Wakil Presiden pada 2010-2015.

Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional pada 2013-2014 serta aktif di Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI). Pengalaman tersebut mempertemukan latar belakang akademiknya dengan persoalan nyata dalam perumusan kebijakan publik.

Pernah Memimpin Badan Kebijakan Fiskal

Karier Suahasil di Kementerian Keuangan semakin kuat pada 2015. Pada 6 Februari 2015, ia mulai menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal. Kemudian pada 31 Oktober 2016, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantiknya sebagai Kepala BKF definitif.

Saat memimpin BKF, Suahasil terlibat dalam pembahasan berbagai persoalan fiskal, termasuk asumsi makro, APBN, pembiayaan pembangunan, hingga kebijakan perpajakan.

Dalam sebuah forum BKF pada 2016, misalnya, Suahasil membahas perkembangan RAPBN-P 2016 dan risiko yang muncul terhadap penerimaan negara akibat perubahan asumsi ekonomi.

Pengalaman tersebut penting karena BKF merupakan salah satu unit utama Kementerian Keuangan yang berperan dalam perumusan dan rekomendasi kebijakan fiskal.

Dengan pengalaman sebagai kepala BKF, Suahasil bukan hanya memahami pelaksanaan kebijakan fiskal, tetapi juga pernah berada di sisi perumusannya.

Hampir Tujuh Tahun Menjadi Wakil Menteri Keuangan

Tahap penting berikutnya terjadi pada Oktober 2019. Presiden Joko Widodo menunjuk Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ia dilantik pada 25 Oktober 2019 untuk mendampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Ketika pemerintahan berganti pada 2024, Suahasil kembali dipercaya menduduki posisi yang sama di bawah pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dengan demikian, sebelum naik menjadi menteri pada September 2026, Suahasil telah melewati dua periode pemerintahan sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Pengalaman panjang tersebut membuat pergantian Purbaya tidak membawa orang baru ke lingkungan Kementerian Keuangan. Justru sebaliknya, Prabowo memilih pejabat yang telah lama berada di dalam struktur kementerian tersebut.

Pernah Menjadi Pelaksana Harian Dirjen Anggaran

Pengalaman Suahasil juga tidak sebatas mendampingi menteri. Pada Februari 2025, Menteri Keuangan Sri Mulyani menunjuk Suahasil sebagai Pelaksana Harian Direktur Jenderal Anggaran setelah Isa Rachmatarwata ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi terkait PT Asuransi Jiwasraya.

Penunjukan tersebut menunjukkan bahwa Suahasil juga pernah dipercaya menangani salah satu posisi penting yang berkaitan langsung dengan pengelolaan anggaran negara.

Kekayaan Suahasil Capai Rp138,1 Miliar

Selain perjalanan karier, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) juga menunjukkan jumlah kekayaan Suahasil. Dalam LHKPN periodik 2025 yang disampaikan pada 27 Februari 2026, saat masih menjabat Wakil Menteri Keuangan, Suahasil melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp138.167.334.176.

Dokumen tersebut berstatus verifikasi administratif lengkap. Komponen terbesar berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp49.857.555.000.

Ia juga melaporkan surat berharga senilai Rp66.876.177.492, harta bergerak lainnya Rp9.078.963.407, kas dan setara kas Rp6.037.703.482, serta harta lainnya Rp5.122.926.498.

Untuk kendaraan dan mesin, nilainya tercatat Rp1.228.000.000, termasuk Toyota Camry 2013, Honda Jazz 2019, Honda HR-V 2022, dan Toyota Alphard 2019.

Setelah dikurangi utang sekitar Rp33,99 juta, total harta kekayaan yang dilaporkan Suahasil mencapai Rp138,17 miliar.

Perlu dicatat, nilai LHKPN merupakan harta yang dilaporkan oleh penyelenggara negara pada periode tertentu, sehingga angka tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan sumber atau perubahan kekayaan seseorang tanpa melihat laporan periode lainnya.

Kini Suahasil Menghadapi APBN dan Ekonomi Indonesia

Setelah bertahun-tahun berada di belakang layar kebijakan fiskal, Suahasil kini berada di kursi paling menentukan di Kementerian Keuangan.

Tantangannya bukan sekadar menjalankan fungsi administratif kementerian. Menteri Keuangan memiliki tanggung jawab besar dalam pengelolaan APBN, penerimaan negara, perpajakan, belanja negara, pembiayaan, hingga pengelolaan risiko keuangan negara.

Menariknya, setelah dilantik pada Senin (14/9), Suahasil menyatakan akan melanjutkan kebijakan yang telah berjalan di Kementerian Keuangan. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pergantian menteri tidak serta-merta berarti seluruh arah kebijakan fiskal akan berubah.

Dengan latar belakang sebagai akademisi, mantan Kepala BKF, dan hampir tujuh tahun sebagai Wakil Menteri Keuangan, Suahasil kini mendapat tugas mengelola kebijakan fiskal langsung sebagai Menteri Keuangan.

Editor : Agung Sedana
menkeu baru suahasil nazara reshuffle