Rating 8,4: Film The Odyssey Jadi Proyek IMAX Terbesar Christopher Nolan, Ini Sinopsisnya

Agung Sedana • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:01 WIB
Sinopsis film The Odyssey. (FOTO: tangkapan layar IMDB)
Sinopsis film The Odyssey. (FOTO: tangkapan layar IMDB)

 RADARSITUBONDO.ID - The Odyssey, film terbaru Christopher Nolan, membawa kisah epik Homer tentang perjalanan Odysseus kembali ke layar lebar dalam skala yang belum pernah digunakan untuk film panjang sebelumnya. Dibintangi Matt Damon sebagai Odysseus, film ini direkam sepenuhnya menggunakan kamera film IMAX dan memiliki durasi 172 menit.

Adapun film ini mendapatkan rating cukup tinggi, yakni 8,4. Rating diperoleh dari ratusan ribu penonton yang sudah menantikan film ini. Dengan rating ini, menjadikan The Odyssey layak untuk ditonton. 

Film yang dirilis pada 17 Juli 2026 tersebut mengadaptasi kisah perjalanan Odysseus setelah Perang Troya. Dalam perjalanan pulang menuju Ithaca, sang raja menghadapi laut, makhluk mitologi, para dewa, dan berbagai ujian yang menguji kecerdikan sekaligus sisi kemanusiaannya.

Nolan mengumpulkan sejumlah nama besar dalam film ini. Selain Matt Damon, jajaran pemerannya mencakup Tom Holland, Anne Hathaway, Robert Pattinson, Lupita Nyong’o, Zendaya, dan Charlize Theron. Film ini diproduksi oleh Universal Pictures dan Syncopy, dengan Nolan sebagai penulis sekaligus sutradara.

Odysseus dan Perjalanan Pulang yang Tidak Sederhana

Inti cerita The Odyssey tetap berangkat dari perjalanan Odysseus setelah Perang Troya. Namun, daya tarik utama film ini bukan hanya pada daftar makhluk mitologi atau rangkaian rintangan yang harus dilewati sang tokoh utama.

Kisah Odysseus pada dasarnya adalah cerita tentang perjalanan pulang. Dalam konteks film epik modern, premis tersebut memberi ruang bagi Nolan untuk mempertemukan skala petualangan besar dengan persoalan yang lebih personal. Seorang raja yang berusaha kembali ke rumah harus melewati dunia yang terus berubah setelah perang.

Sudut pandang ini membuat kisah The Odyssey memiliki perbedaan penting dari film perang atau fantasi yang hanya menjadikan mitologi sebagai latar aksi. Perjalanan Odysseus tidak berhenti pada persoalan bagaimana menaklukkan musuh. Persoalan yang lebih besar adalah bagaimana mempertahankan identitas, kecerdikan, dan tujuan ketika perjalanan pulang berlangsung jauh lebih lama dari yang pernah dibayangkan.

Kisah Homer Bertemu Skala Sinema Christopher Nolan

Homer menulis The Odyssey sebagai salah satu karya sastra epik paling berpengaruh dalam sejarah. Film Nolan membawa kisah tersebut ke medium yang memiliki kekuatan berbeda. Laut, pulau, bentang alam, dan makhluk mitologi tidak hanya menjadi latar, tetapi juga bagian penting dari pengalaman sinematik.

Nolan dikenal memiliki perhatian besar terhadap penggunaan format film dan pengalaman menonton di bioskop. Pada The Odyssey, pendekatan tersebut mencapai tingkat yang lebih ekstrem karena seluruh film direkam menggunakan kamera film IMAX. IMAX menyebut produksi ini sebagai film panjang pertama yang direkam sepenuhnya dengan kamera film IMAX.

Keputusan tersebut bukan sekadar strategi promosi. Kamera IMAX memiliki konsekuensi langsung terhadap proses produksi. Ukuran dan karakteristik kamera membuat proses pengambilan gambar lebih menantang, sehingga dikembangkan pula teknologi kamera IMAX baru untuk produksi film ini.

Information gain yang penting bagi penonton adalah perbedaan antara film yang dibuat untuk IMAX dan film yang benar-benar direkam menggunakan kamera film IMAX. Banyak film modern menggunakan format yang kompatibel dengan layar IMAX, tetapi The Odyssey menempatkan kamera film IMAX sebagai bagian utama dari proses produksi sejak pengambilan gambar.

IMAX 70mm Menjadi Bagian dari Pengalaman Menonton

Daya tarik teknis terbesar film ini terletak pada format pengambilan dan penayangannya. Di lokasi tertentu, versi IMAX 70mm dapat ditampilkan dalam rasio aspek 1,43 banding 1. Format tersebut memungkinkan gambar memenuhi layar secara lebih vertikal dibandingkan format layar lebar konvensional.

Namun, tidak semua penayangan IMAX menggunakan proyeksi film 70mm. Penonton perlu membedakan antara bioskop IMAX 70mm berbasis seluloid, IMAX digital, dan format bioskop lainnya. Pengalaman visual dapat berbeda bergantung pada jenis proyektor dan layar yang digunakan.

Format yang tersedia mencakup beberapa rasio aspek, termasuk 1,43 banding 1, 1,90 banding 1, 2,20 banding 1, dan format layar lebar lainnya. Karena itu, istilah "menonton di IMAX" tidak selalu berarti mendapatkan pengalaman yang sama di setiap bioskop.

Bagi penonton yang ingin mendapatkan pengalaman paling dekat dengan format asli yang ditekankan dalam kampanye film, bioskop yang menggunakan proyeksi IMAX 70mm menjadi pilihan paling relevan. Jumlah lokasi dengan kemampuan tersebut terbatas sehingga ketersediaan tiket dan lokasi perlu diperiksa secara terpisah.

Visual Besar untuk Kisah Perjalanan yang Besar

The Odyssey menggunakan skala produksi yang sesuai dengan materi sumbernya. Kisah perjalanan melintasi laut, pertemuan dengan makhluk mitologi, serta konflik antara manusia dan kekuatan yang lebih besar membutuhkan ruang visual yang luas.

Di sinilah penggunaan IMAX menjadi lebih dari sekadar label teknis. Layar dengan rasio gambar yang lebih tinggi dapat memberi ruang lebih besar bagi lanskap, tubuh manusia, kapal, dan lingkungan dalam satu komposisi. Dampaknya paling terasa ketika film menempatkan karakter kecil di tengah lingkungan yang jauh lebih besar daripada dirinya.

Pendekatan tersebut juga sesuai dengan ambisi Nolan untuk membawa kisah Homer ke layar lebar sebagai pengalaman sinematik. Film ini tidak hanya mengadaptasi sebuah cerita kuno, tetapi juga mencoba mempertahankan rasa skala yang menjadi salah satu ciri utama kisah epik tersebut.

Penelope, Ithaca, dan Makna dari Perjalanan Pulang

Kisah Odysseus tidak dapat dipisahkan dari Ithaca dan Penelope. Perjalanan sang raja memiliki tujuan yang jelas, yaitu kembali ke rumah setelah perang.

Dalam materi resmi film, Anne Hathaway memerankan Penelope, sementara Tom Holland termasuk dalam jajaran pemeran utama. Kehadiran karakter-karakter tersebut menunjukkan bahwa kisah The Odyssey tidak hanya dibangun dari perjalanan Odysseus di laut, tetapi juga dari hubungan dan kehidupan yang menunggu di tempat tujuan.

Di sinilah kisah Homer tetap memiliki daya tarik yang kuat hingga sekarang. Perjalanan panjang dalam The Odyssey bukan sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Tujuan akhir perjalanan tersebut adalah rumah, sementara perjalanan itu sendiri terus mengubah orang yang menjalaninya.

Apakah The Odyssey Wajib Ditonton di IMAX 70mm?

Jika tersedia, IMAX 70mm merupakan format yang paling sesuai dengan ambisi teknis film ini. Namun, keterbatasan jumlah bioskop membuat tidak semua penonton memiliki akses ke format tersebut.

Penayangan IMAX digital tetap menawarkan pengalaman layar besar, sementara versi bioskop standar tetap menjadi pilihan bagi penonton yang tidak memiliki akses ke lokasi IMAX tertentu. Perbedaan utamanya terletak pada format proyeksi, rasio aspek, ukuran layar, dan karakteristik presentasi gambar.

Yang jelas, The Odyssey merupakan salah satu eksperimen terbesar Christopher Nolan dalam menggabungkan film seluloid dan layar IMAX. Keputusan merekam seluruh film menggunakan kamera film IMAX menjadikan aspek teknis tersebut sebagai bagian penting dari identitas film, bukan sekadar tambahan dalam materi promosi.

Catatan Penting! Informasi mengenai durasi, pemeran, format pengambilan gambar, dan distribusi film telah disesuaikan dengan sumber resmi dan sumber industri yang tersedia. Analisis mengenai makna psikologis karakter, struktur cerita, serta interpretasi adegan tertentu merupakan pembacaan editorial dan bukan pernyataan resmi pembuat film.

Editor : Agung Sedana
sinopsis film The Odyssey review