Radarbanyuwangi.id - Acara promosi film The Odyssey garapan Christopher Nolan di New York menghadirkan kejutan yang tidak biasa. Selain penampilan para pemeran utama dan sejumlah cuplikan eksklusif dari film yang sangat dinantikan tersebut, perhatian pengunjung justru tertuju pada sebuah artefak kuno yang usianya mencapai sekitar 1.700 tahun.
Artefak bersejarah itu dikenal dengan nama The Manchester Odyssey, sebuah manuskrip langka yang memiliki nilai penting dalam sejarah sastra dunia. Kehadirannya menjadi simbol unik yang menghubungkan karya sastra klasik dari masa lampau dengan adaptasi sinema modern yang kini tengah dipersiapkan oleh Christopher Nolan.
Berdasarkan keterangan dari The University of Manchester, manuskrip tersebut merupakan salah satu peninggalan paling berharga dalam koleksi papirus bersejarah mereka. The Manchester Odyssey diyakini sebagai salinan tertua yang masih bertahan dari karya epik The Odyssey tulisan Homer dalam format buku atau codex.
Baca Juga: Layanan Verval PD Ditutup Sementara: Ini Alasan, Dampak, dan Solusi Bagi Operator School
Keberadaan manuskrip ini menarik perhatian para akademisi dan pecinta sejarah karena menunjukkan bagaimana kisah legendaris yang ditulis hampir tiga ribu tahun lalu masih terus hidup dan relevan hingga era modern. Kini, cerita yang sama kembali diperkenalkan kepada generasi baru melalui medium perfilman berskala besar.
Salah satu keistimewaan The Manchester Odyssey terletak pada bentuk fisiknya. Berbeda dengan sebagian besar naskah kuno yang ditulis dalam bentuk gulungan atau scroll, manuskrip ini sudah menggunakan format codex, yaitu kumpulan lembaran yang dijilid menyerupai buku modern.
Format tersebut dianggap sebagai tonggak penting dalam sejarah perkembangan literasi manusia. Para sejarawan menilai codex menjadi cikal bakal desain buku yang digunakan hingga saat ini karena lebih praktis, mudah disimpan, dan memudahkan pembaca menemukan bagian tertentu dalam teks.
Manuskrip bersejarah ini ditemukan di Mesir dan diperkirakan berasal dari abad ke-3 Masehi. Pada periode tersebut, dunia kuno tengah mengalami transisi besar dari penggunaan gulungan papirus menuju format buku yang lebih efisien.
Baca Juga: Google Pixel 11a Dikabarkan Hadir dengan Tensor G6 dan Layar 120Hz
Karena itulah, nilai The Manchester Odyssey tidak hanya terletak pada isi sastranya, tetapi juga pada perannya sebagai bukti penting dalam evolusi budaya membaca, penyimpanan pengetahuan, serta penyebaran karya-karya literatur klasik di dunia kuno.
Kehadiran artefak ini dalam rangkaian promosi film The Odyssey memberikan makna tersendiri. Publik tidak hanya diajak menyaksikan adaptasi modern dari kisah legendaris tersebut, tetapi juga diperlihatkan jejak fisik yang menjadi saksi perjalanan panjang karya Homer selama berabad-abad.
Momen ini semakin menarik karena bertepatan dengan proyek terbaru Christopher Nolan, sutradara peraih Oscar yang dikenal melalui film-film epik dan kompleks seperti Oppenheimer, Interstellar, serta Dunkirk. Melalui The Odyssey, Nolan berupaya membawa salah satu karya sastra paling berpengaruh dalam sejarah peradaban Barat ke layar lebar dengan skala produksi yang ambisius.
Perpaduan antara manuskrip kuno berusia 1.700 tahun dan teknologi perfilman modern menjadi pengingat bahwa cerita besar tidak pernah benar-benar usang. Dari lembaran papirus di Mesir hingga layar bioskop abad ke-21, kisah perjalanan Odysseus terus menemukan cara baru untuk menginspirasi dan memikat audiens di seluruh dunia.(*)
Editor : Titin Wulandari