Radarsitubondo.id -Raditya Dika mengalami gangguan perjalanan saat hendak kembali ke Jakarta. YouTuber sekaligus komika tersebut mengungkapkan dirinya masih tertahan di Doha, Qatar, setelah pesawat yang ditumpanginya terpaksa kembali ke bandara asal akibat dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kisah tersebut disampaikan Raditya Dika melalui video yang diunggah di akun Instagram resminya. Ia menceritakan bahwa penerbangan menuju Indonesia sebenarnya telah berlangsung cukup lama sebelum keputusan untuk berbalik arah diambil.
Raditya mengatakan pesawat yang membawanya menuju Jakarta telah mengudara sekitar empat jam. Saat itu, posisi pesawat disebut sudah berada di atas wilayah Sri Lanka atau kurang lebih separuh perjalanan menuju Indonesia.
Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar, Warga Tangerang Serbu Masker hingga Antre Mengular
Namun, kondisi penerbangan kemudian berubah. Pesawat akhirnya mengubah jalur dan kembali menuju Doha karena adanya gangguan yang berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu ketika Raditya Dika sedang dalam perjalanan pulang ke Tanah Air.
Keputusan pesawat untuk kembali ke Doha membuat rencana kepulangannya ke Jakarta berantakan. Ia pun harus menghadapi pembatalan penerbangan sekaligus mencari alternatif agar dapat segera kembali ke Indonesia.
Baca Juga: Likuiditas Aman, Kredit Ngebut: BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
Dampak lainnya adalah Raditya Dika tidak dapat menghadiri sebuah acara talkshow yang sebelumnya sudah masuk dalam jadwalnya.
Melalui unggahannya, Raditya menyampaikan permintaan maaf kepada pihak penyelenggara, termasuk Royal Canin, karena tidak dapat hadir sesuai jadwal.
Ia mengaku telah berusaha mencari penerbangan alternatif yang memungkinkan dirinya tiba di Jakarta lebih cepat. Sayangnya, berbagai upaya tersebut belum berhasil membuatnya kembali tepat waktu untuk menghadiri acara yang telah disepakati.
Pengalaman Raditya Dika menjadi salah satu gambaran bagaimana aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dapat berdampak hingga ke sektor penerbangan.
Sebaran abu vulkanik menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam keselamatan penerbangan. Gangguan tersebut sebelumnya juga berdampak pada operasional sejumlah bandara di Indonesia yang sempat mengalami penutupan sementara.
Baca Juga: Jay Idzes Main 90 Menit, Sassuolo Ditahan Bologna 2-2 di Serie A 2026/27
Bagi Raditya Dika, dampaknya bukan sekadar perubahan jadwal perjalanan. Ia harus tertahan di Doha dan membatalkan agenda yang sudah direncanakan di Jakarta.
Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perubahan arah sebaran abu vulkanik dapat memengaruhi perjalanan udara dan membuat jadwal penerbangan berubah secara mendadak.(*)
Editor : Titin Wulandari