Radarsitubondo.id - Usia hampir 80 tahun ternyata tidak membuat Rhoma Irama berniat mengurangi aktivitas di dunia seni. Sang Raja Dangdut menegaskan dirinya masih ingin terus berkarya dan mengembangkan kreativitas meski usianya akan genap 80 tahun pada 11 Desember mendatang.
Hal tersebut disampaikan Rhoma saat menghadiri Milad ke-19 Fahmi Tamami yang sekaligus menjadi bagian dari perayaan menyambut usia ke-80 dirinya. Acara tersebut berlangsung di Soneta Records, Cilodong, Depok, Jawa Barat.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya memasuki masa pensiun dari dunia hiburan, Rhoma justru menjawab dengan nada bercanda.
Baca Juga: Replika Ka'bah Muncul di Jalan Kota Dhamar Yaman, Video Salat Picu Kontroversi
Ia mengaku tidak ingin terlalu banyak mengurangi aktivitas karena khawatir justru berdampak pada kondisi tubuhnya.
Menurut Rhoma, berkarya merupakan bagian penting dalam menjaga semangat hidup seorang seniman. Ia berpandangan bahwa pelaku seni seharusnya tetap aktif menciptakan karya sekaligus mengasah kemampuan dan kreativitas, berapa pun usianya.
Pelantun "Begadang" itu menilai otak dan tubuh harus terus digunakan agar seseorang tetap produktif ketika memasuki usia lanjut.
Karena itu, menurut Rhoma, istilah pensiun tidak sepenuhnya berlaku bagi seorang seniman. Pandangan tersebut berbeda dengan profesi tertentu, seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), yang memiliki ketentuan resmi mengenai batas usia pensiun.
Baca Juga: Ed Sheeran Akhirnya Buka Suara soal Gaza, Kontroversi Macklemore di Tur Musiknya Makin Memanas
Bagi Rhoma, selama seseorang masih mampu berkarya dan menghasilkan sesuatu, aktivitas tersebut justru dapat menjadi bagian dari cara menjaga produktivitas di usia senja.
Tidak hanya mengandalkan aktivitas di bidang seni, Rhoma juga masih berusaha menjaga kebugaran fisiknya.
Ia mengaku rutin berenang serta berlatih silat sebagai bagian dari aktivitas olahraga. Menurutnya, silat memiliki keunggulan karena dapat dilakukan secara sederhana tanpa membutuhkan biaya besar.
Rhoma bahkan menyebut latihan silat bisa dilakukan dengan fasilitas yang sangat sederhana, termasuk hanya menggunakan sajadah sebagai alas.
Kebiasaan tersebut menjadi salah satu cara Rhoma menjaga tubuhnya tetap aktif meski telah memasuki usia lanjut.
Baca Juga: Daniel Craig Tinggalkan Gaya James Bond, Tampil Berbeda Total di Film Narnia The Magician's Nephew
Nama Rhoma Irama tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang musik dangdut Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan dangdut modern melalui grup Soneta yang didirikannya pada 1973.
Bersama Soneta, Rhoma memadukan berbagai unsur musik, mulai dari Melayu, rock, pop hingga India. Perpaduan tersebut ikut membentuk karakter musik dangdut yang kemudian dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.
Menjelang usia 80 tahun, semangat bermusik Rhoma pun belum berhenti. Ia masih menyimpan sejumlah rencana untuk mengembangkan musik bersama Soneta.
Salah satu keinginannya adalah menghadirkan warna musik yang terus berkembang dan mampu mengikuti perubahan zaman.
Bagi Rhoma, bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti menciptakan karya. Justru selama kreativitas masih dapat diasah dan tubuh masih mampu bergerak, panggung musik tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.(*)
Editor : Titin Wulandari