RadarSitubondo.id - Tikungan maut Sengkan Mayit masuk Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, kembali memakan korban, Minggu (29/10).
Kali ini menimpa tiga pelajar yang baru turun dari Paltuding, kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen. Sepeda motor yang dikendarai tiga pelajar tersebut oleng, lalu menghantam pembatas jalan.
Informasi yang didapat Jawa Pos Radar Banyuwangi, sebelum kecelakaan, ketiga korban sempat dikejar monyet ekor panjang. Kemungkinan, mereka ketakutan dan akhirnya memacu kendaraannya cukup kencang.
"Dari informasi teman-teman relawan Ijen, mereka mengendarai sepeda motor berboncengan tiga dan sempat kejar monyet liar," ujar Herman, salah seorang relawan.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden kecelakaan pukul 14.30 tersebut. Tiga pelajar tersebut menderita luka parah. Dua orang dilarikan ke IGD RSUD Blambangan Banyuwangi karena kondisinya kritis.
Tiga pelajar nahas tersebut adalah Neyna Fernanda Putri, 15, warga Desa Bagorejo, Kecamatan Srono; Zahra Alya Salsabila, 14, warga Desa Blambangan, Kecamatan Muncar; dan Febrizia Aulya Rahma, 14, warga Desa Sraten, Kecamatan Cluring.
Ketiganya mengalami luka cukup parah setelah sepeda motor Honda Vario nopol P 3516 VG yang dikendarai menghantam pembatas jalan.
"Ketiganya berboncengan dengan satu sepeda motor," ujar Kanit Gakkum Polresta Banyuwangi, Iptu Dwi Wijayanto.
Dwi menjelaskan, kecelakaan bermula saat kendaraan yang dikemudikan Neyna oleng. Sebelumnya sepeda motor tersebut melaju dari arah barat ke timur.
Neyna yang membonceng dua rekannya tersebut tidak bisa menguasai laju kendaraan. "Mereka hendak pulang setelah berwisata TWA Ijen," kata Dwi.
Begitu kendaraan oleng di jalur maut Sengkan Mayit, ketiganya terjatuh, alau terseret beberapa meter. "Sepeda motor mereka berhenti setelah menabrak pembatas jalan," cetusnya.
Ketiganya mengalami luka cukup parah. Neyna menderita luka di kepala dan hidungnya mengeluarkan darah.
Sedangkan Zahra yang berada di posisi tengah, mengalami luka lecet pada bagian tangan, kaki, dan badan. "Korban paling parah Febrizia, dia mengalami patah tulang paha sebelah kanan," tegasnya.
Kepala IGD Puskesmas Licin dr Setyo mengatakan, tiga korban kecelakaan tiba di tempatnya sekitar pukul 15.30.
Dari tiga korban, satu orang mengalami luka cukup parah akibat benturan di bagian kepala. Pasien bernama Neyna tiba di Puskesmas sudah dalam kondisi kesadaran menurun.
Selanjutnya, satu korban lagi mengalami kondisi patah tulang paha. Sedangkan pasien ketiga hanya mengalami luka lecet.
Saat pihak puskesmas mencoba mengajak berkomunikasi dengan satu korban yang kondisinya parah tersebut.
”Korban hanya beberapa kali terdengar mengerang. Melihat kondisi tersebut, Puskesmas kemudian merujuk dua pasien ke IGD RSUD Blambangan,’’ kata Setyo.
Sekitar pukul 17.45, dua pasien tiba di IGD RSUD Blambangan. Pihak keluarga sudah menunggu di sana. Sedangkan satu pasien tetap dirawat di Puskesmas Licin.
"Yang satu sudah mengalami penurunan kesadaran karena luka berat di kepalanya. Yang satu lagi mengalami patah tulang di paha. Berbahaya kalau tidak segera ditangani. Keduanya kita rujuk ke RSUD,’’ tegasnya. (rio/fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin