RadarSitubondo.id – Jarak seratus kilometer (km) lebih bukan penghalang bagi Muhammad Khoirul Fatah untuk mengikuti Liga Puisi 3 yang digelar oleh Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa).
Hasilnya manis. Tak sekadar lolos sepuluh besar, bakat-minat tersalur, pengalaman berharga pun didapat.
Dunia sastra kembali menggeliat di Banyuwangi. Liga Puisi 3 yang digagas JP-RaBa menyemarakkan peringatan Bulan Bahasa di kabupaten ujung timur Pulau Jawa selama sepekan penuh. Tepatnya sejak Minggu (22/10) hingga Sabtu (28/10).
Berbagai cerita menarik pun mewarnai lomba yang dipusatkan di kompleks Gedung Grha Pena, kantor JP-RaBa tersebut. Salah satunya adalah keikutsertaan peserta “musafir” asal Kota Tape, Bondowoso.
Peserta asal kabupaten tetangga, itu adalah Muhammad Khoirul Fatah. Siswa kelas 10 A SMK Manbaul Ulum, Tangsil Wetan, Kecamatan Bondowoso.
Bersama sejawatnya, yakni Mita Sari, siswa kelas 12 B, dan dua guru pendamping, Sundariya dan Dhana Suhatin, keempatnya berangkat dari Bondowoso via Situbondo pada Kamis (26/10) sore dengan menumpang mobil sekolah.
Sesampai di Banyuwangi, tim tersebut menginap di salah satu homestay. Selanjutnya, pada Jumat pagi (27/10), Fatah dan Mita tampil pada babak penyisihan Liga Puisi kategori SMA/SMK/MA. Hasilnya, Fatah berhasil lolos sepuluh besar dan berhak tampil pada babak final yang dihelat paa Sabtu (28/10).
Rupanya ini baru pertama kali Fatah mengikuti event baca puisi. Grogi dan takut tentunya dirasakan oleh Fatah ketika tampil di depan juri. Membaca puisi menjadi salah satu kegemaram Fatah sejak masih duduk di bangku kelas 2 SMP.
“Sejak masih kelas 2 SMP saya sudah suka puisi, tapi baru kali ini saya ikut lomba. Alhamdulillah meskipun tidak juara, saya senang bisa menyalurkan bakat dan minat. Saya juga senang bisa masuk 10 besar dan bisa tampil di depan orang-orang hebat,” ujarnya.
Fatah sangat bersyukur, bakatnya membaca puisi didukung penuh oleh pihak sekolah. Sebelum berlomba, pihak sekolah mendatangkan pelatih khusus dari kalangan pegiat sastra di Bondowoso. Latihan digelar selama sepekan.
Fatah menambahkan, jika tahun depan JP-RaBa menggelar event Liga Puisi kembali, dia siap kembali bertanding. “Tahun ini masuk sepuluh besar. Insya Allah tahun depan bisa juara,” kata dia.
Sementara itu, Mita Sari mengaku tidak kecewa meski gagal lolos sepuluh besar. Sebab, denga mengikuti liga puisi, dia dapat banyak pengalaman berharga.
Sundariya, salah satu guru SMK Manbaul Ulum mengaku sekolah sangat mendukung pengembangan bakat dan minat seluruh peserta didik.
“Salah satu buktinya, kami mendatangkan pelatih khusus untuk melatih anak-anak sebelum tampil di Liga Puisi 3 ini,” kata dia.
Senada dengan Fatah, Sundariya menyatakan komitmen kembali mengirimkan siswa untuk berlaga pada Liga Puisi tahun depan.
“Bahkan, kalau JP-RaBa punya event lain yang berkenaan dengan pengembangan bakat dan minat siswa, mohon kami dikabari. Insya Allah kami siap mengirimkan siswa untuk ambil bagian,” pungkasnya. (rei/sgt)
Editor : Ali Sodiqin