Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Satu Orang Belum Sadarkan Diri, Korban Kecelakaan di Sengkan Mayit Ijen Ternyata Pelajar MTsN 3 Banyuwangi

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 1 November 2023 | 00:00 WIB
TIKUNGAN MAUT: Anggota Satlantas mengecek TKP kecelakaan yang menimpa tiga pelajar MTsN 3 Banyuwangi di jalur Sengkan Mayit, lereng Gunung Ijen, Minggu (30/10).
TIKUNGAN MAUT: Anggota Satlantas mengecek TKP kecelakaan yang menimpa tiga pelajar MTsN 3 Banyuwangi di jalur Sengkan Mayit, lereng Gunung Ijen, Minggu (30/10).

RadarSitubondo.id – Dua dari tiga pelajar MTsN 3 Banyuwangi yang mengalami kecelakaan maut di jalur Sengkan Mayit, lereng Gunung Ijen, Minggu (29/10) masih menjalani perawatan intensif di RSUD Blambangan.

Salah satu korban masih belum sadarkan diri sejak dirujuk dari Puskesmas Licin.

Kepala IGD RSUD Blambangan Bayu Kisworo mengatakan, korban bernama Neyna Fernanda Putri, 15, sempat menjalani operasi pada Senin (30/10) pagi.

Kondisinya masih belum sadarkan diri. Korban yang mengalami luka parah di bagian kepala saat ini masih dirawat di ruang ICU RSUD Blambangan.

Sedangkan korban lainnya, Febrizia Aulya Rahma, 14, masih dirawat di Ruang Agung Wilis. Rencananya, pelajar yang masih duduk di bangku kelas 9 MTsN itu akan menjalani operasi di bagian tulang paha.

”Pasien atas nama Neyna masih di ruang ICU setelah menjalani operasi di kepala. Hingga tadi belum sadarkan diri,” kata Bayu.

Kepala MTsN 3 Banyuwangi Nur Khozin membenarkan jika ketiga korban kecelakaan di jalur menuju Ijen adalah anak didiknya. Mereka adalah

Zahra Alya Salsabila, 14, asal Desa Blambangan, Muncar; Febrizia Aulya Rahma, 14, asal Desa Sraten, Kecamatan Cluring; dan Neyna Fernanda Putri, 15, asal Desa Bagorejo, Kecamatan Srono.

Khozin mengaku belum mengetahui kronologi pasti kecelakaan yang dialami anak didiknya. Kemarin (31/10) pihak sekolah baru menjenguk korban di RSUD Blambangan.

”Kami masih belum tahu pasti bagaimana kejadiannya. Apalagi, kejadiannya pada hari libur sekolah,” tandas Khozin.

Tikungan maut Sengkan Mayit masuk Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, kembali memakan korban, Minggu (29/10).

Kali ini menimpa tiga pelajar yang baru turun dari Paltuding, kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen. Sepeda motor yang dikendarai tiga pelajar tersebut oleng, lalu menghantam pembatas jalan.

Informasi yang didapat Jawa Pos Radar Banyuwangi, sebelum kecelakaan, ketiga korban sempat dikejar monyet ekor panjang. Kemungkinan, mereka ketakutan dan akhirnya memacu kendaraannya cukup kencang.

”Dari informasi teman-teman relawan Ijen, mereka mengendarai sepeda motor berboncengan tiga dan sempat kejar monyet liar,” ujar Herman, salah seorang relawan.

Ketiganya mengalami luka cukup parah setelah sepeda motor Honda Vario bernopol P 3516 VG yang ditumpangi menghantam pembatas jalan.

”Ketiganya berboncengan dengan satu sepeda motor,” ujar Kanit Gakkum Polresta Banyuwangi Iptu Dwi Wijayanto. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#kecelakaan #ijen #rsud blambangan #Sengkan mayit #MTsN 3 Banyuwangi #luka parah #pelajar