RadarSitubondo.id – Pemkab Banyuwangi terus bergerak cepat mengatasi kekeringan akibat perubahan iklim dan fenomena el nino agar tidak berdampak negatif pada ketahanan pangan yang sudah dicapai.
Hal ini ditunjukkan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (1/11) saat meninjau lahan irigasi di wilayah Kelurahan/Kecamatan Kabat.
Pengaturan air di musim kemarau sangat penting untuk mengantisipasi gagal panen. Terkait ketahanan pangan, Pemkab Banyuwangi telah menerbitkan surat edaran (SE) tentang diversifikasi pangan dan pengurangan sampah pangan (food waste).
Pemkab juga menerbitkan SE diversifikasi konsumsi pangan dalam proses pengadaan barang dan jasa. Surat edaran tersebut ditujukan kepada masyarakat dan lingkup internal Pemkab Banyuwangi.
Terbitnya SE tersebut untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap karbohidrat yang hanya berasal dari beras.
Dalam surat tersebut, pemkab meminta masyarakat untuk mengombinasikan menu kebutuhan karbohidrat beras dengan menu pangan lokal yang berasal dari umbi-umbian atau serealia lainnya.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, diperkirakan sektor persawahan akan mengalami panen dalam kurun waktu satu bulan lagi.
Pihaknya berharap, hasil panen padi dari petani bagus karena diketahui saat ini tengah dalam kondisi kekeringan akibat dampak fenomena El-Nino.
Ipuk bersyukur, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) dapat bersinergi dengan Dinas Pengairan dalam mengatur pembagian air untuk kebutuhan para petani.
”Mudah-mudahan kebutuhan air mencukupi sampai musim panen. Saya berharap masyarakat dan para petani tetap tenang. Tidak terprovokasi berbagai isu yang membuat para petani berkelahi karena berebut air. Kami akan berusaha untuk mencukupi kebutuhan air untuk petani di Banyuwangi,” pesan Ipuk.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Kadispertan) Ilham Juanda mengatakan, ada tiga pilar ketahanan pangan yang terus dikuatkan. Yakni meliputi ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan.
”Hasil tinjau lapang di Dusun Secawan, aliran Dam Idris mampu mengaliri 75 hektare (ha) lahan pertanian. Di wilayah Secawan seluas 35 ha. Tanaman padi seluas 4 ha, rawan kekeringan 1 ha. Sedangkan beberapa tanaman yang berpotensi panen ada jagung seluas 2 ha, cabai 3 ha, dan ketela rambat 2 ha,” ujarnya.
Ilham mengungkapkan, untuk memitigasi dampak El-Nino pada ketahanan pangan, pihaknya juga melakukan panen padi di Dusun Rembang, Desa Banjar, Kecamatan Licin.
Panen tersebut dalam rangka gerakan nasional ketahanan pangan yang bertajuk ”Ketahanan Pangan untuk Indonesia Maju”.
Kegiatan bersama puluhan kelompok tani dan Kodim 0825 itu digelar secara hybrid dengan menghadirkan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin.
”Kegiatan tersebut bertujuan agar panen padi tetap dipertahankan dengan produktivitas yang baik sehingga dapat menekan dampak El-Nino terhadap ketersediaan pangan di Banyuwangi,” tandas Ilham. (tar/aif/c1)