KALIPURO, RadarSitubondo.id – Penyeberangan long distance ferry (LDF) dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Lembar, ditutup sementara selama musim libur Nataru nanti.
Penyeberangan menuju Lembar, Nusa Tenggara Barat, akan dialihkan ke Pelabuhan Jangkar, Situbondo.
Aturan tersebut berlaku sejak 15 Desember 2023 sesuai surat yang dikeluarkan Dirjen Perhubungan Darat tertanggal 7 Desember 2023.
Koordinator Satuan Pelayanan Balai Pengelola Transportasi Darat (Korsatpel BPTD) Wilayah Kerja Ketapang Rocky Surentu menyatakan, pengalihan penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang menuju Lembar dilakukan dalam rangka antisipasi kemacetan selama libur Nataru.
Untuk sementara penyeberangan dengan rute Ketapang–Lembar ditiadakan, dipindah ke rute Jangkar–Lembar selama satu bulan lamanya. Kebijakan tersebut berlaku mulai 15 Desember 2023 hingga 15 Januari 2024.
Pada 14 Desember nanti, empat kapal yang selama ini melayani rute Ketapang–Lembar akan berpindah ke Jangkar.
Empat kapal tersebut meliputi KMP Dharma Fery IX, KMP Jambo X, KMP Tunu-5888, dan KMP Swarna Cakra.
Ditambah KMP Nawazena yang saat ini masih menjalani docking. ”Tanggal 15 Desember 2023 nanti di Pelabuhan Ketapang sudah diberlakukan jadwal baru,” jelas Rocky.
Sedangkan tiga kapal LDF lainnya, yakni KMP Jatra II, KMP Marisa, dan KMP Trimas Layla, akan diperbantukan ke lintas Ketapang–Gilimanuk selama kepadatan arus liburan Nataru.
”Tidak seluruh kapal LDF lintas Ketapang–Lembar akan pindah ke Jangkar–Lembar. Ada beberapa kapal LDF yang akan diperbantukan ke lintas Ketapang–Gilimanuk,” imbuhnya.
Rocky menjelaskan, salah satu pertimbangan pengalihan lintas Ketapang–Lembar ke Jangkar–Lembar yakni kondisi kemacetan yang terjadi pada libur panjang pertengahan tahun lalu.
Kemacetan mengular hingga ke jalan raya. Mulai dari depan pintu masuk Pelabuhan Ketapang hingga ke arah utara Wongsorejo.
Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, pengguna jasa penyeberangan lintas Ketapang–Lembar bukan hanya kendaraan yang datang dari arah Surabaya atau jalur pantura Jawa.
Tidak sedikit kendaraan yang berasal dari arah selatan seperti dari Banyuwangi selatan, Lumajang, Jember, dan Bondowoso bergerak menuju Ketapang.
Dampaknya, saat lintas penyeberangan Ketapang–Lembar seluruhnya dialihkan ke Jangkar–Lembar, kendaraan yang berasal dari jalur selatan harus menempuh jarak yang jauh menuju Pelabuhan Jangkar.
Kondisi ini bakal memicu kepindahan kendaraan dari arah selatan ke Pelabuhan Tanjung Wangi.
Terkait hal itu, ada kemungkinan kendaraan logistik akan memilih menyeberang melalui Pelabuhan Tanjung Wangi dengan tujuan Gili Mas, Lombok.
Dengan demikian potensi peningkatan aktivitas di pelabuhan tersebut sangat mungkin terjadi.
”Pilihannya paling dekat ke Tanjung Wangi, apalagi kendaraan dengan bobot di atas 35 ton,” kata Rocky. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin