RadarSitubondo.id – Dua Warga Negara Asing (WNA) asal Polandia harus rela ditinggalkan Krzysztof Andrzej untuk selama-lamanya.
Sebab, Krzysztof Andrzej yang juga WNA Polandia ini meninggal dunia saat mendaki Kawah Ijen Banyuwangi.
Nasib nahas itu dialami Krzysztof Andrzej, Kamis sore (15/2).
Krizysztof ditemukan meninggal di tengah perjalanan pendakian ke puncak Ijen.
Turis asing berusia 53 tahun ditemukan terkapar di samping pagar pondok bundar Taman Wisata Alam (TA) Ijen oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Ijen.
Korban ditemukan dalam posisi miring dan masih mengenakan pakaian lengkap sembari menggendong ransel.
Korban kemudian dievakuasi menuju RSUD Blambangan.
”Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal. Sebelumnya diduga hanya pingsan biasa,” ujar Kepala Bidang KSDA Wilayah III Banyuwangi Purwantono.
Purwantono menjelaskan, korban diketahui naik sendirian ke TWA Ijen sehingga tidak ada yang mengetahui penyebab kematiannya.
”Korban datang bersama dua rekannya yang juga WNA asal Polandia, sopir travel, serta guide Ijen. Tetapi, saat mendaki Ijen sendirian,” katanya.
Setelah korban ditemukan meninggal dunia, petugas BKSDA menghubungi petugas medis, lalu korban dievakuasi menuju RSUD Blambangan.
Begitu tiba di RSUD, petugas langsung memeriksa korban untuk mengetahui penyebab kematiannya.
Baca Juga: Kawah Ijen Akan Ditutup Pada Tanggal Ini, Wisatawan Diminta Kembali Keesokan Harinya
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Nanang Haryono melalui Kasi Humas Ipda Suwandono mengatakan, dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
”Tidak ada tanda kekerasan, memar, atau lainnya. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi,” ungkapnya.
Suwandono mengungkapkan, korban naik ke Ijen saat kondisi hujan.
Kondisi jalan yang berlumpur kemungkinan menjadi salah satu penyebab kematian korban.
Dari hasil pemeriksaan medis, korban memiliki riwayat penyakit bawaan.
”Dugaan kuat meninggalnya korban akibat penyakitnya kambuh. Sedangkan terkait dugaan meninggal akibat terpeleset tidak ada karena tidak ada bekas di TKP,” papar Suwandono.
Dari RSUD Blambangan, jenazah korban langsung dibawa ke Bali karena pihak keluarga bisa menerima kematian turis asal Polandia tersebut.
”Jenazah korban kemarin (16/2) pukul 05.00 sudah sampai ke Denpasar,” kata Suwandono. (rio/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin