Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

Makna Tagline Sak Corotan Dadi Seduluran di Festival Ngopi Sepuluh Ewu Desa Kemiren Banyuwangi

Redaksi • Kamis, 7 November 2024 | 18:12 WIB
Photo
Photo

RADAR SITUBONDO – Sepanjang tahun 2024 Kabupaten Banyuwangi mempunyai 79 event festival yang tersebar di seluruh penjuru Banyuwangi.

Namun dari 79 event tersebut ada satu event festival yang sangat menarik perhatian bagi para pecinta kopi, yakni Festival Ngopi Sepuluh Ewu. Ngopi sepuluh ewu merupakan tradisi masyarakat suku Osing untuk menjaga keakraban dan persaudaraan. Setiap warga desa adat menyuguhkan kopi di halaman rumahnya.

Mereka menyulap teras rumah menjadi area lesehan atau meja-meja layaknya warung kopi. Apabila dihitung-hitung, deretan rumah yang menyediakan sajian kopi mencapai 2 kilometer panjangnya.

Disuguhkan dengan cangkir khusus yang telah diwariskan turun-temurun. Kopi yang disajikan pun beragam, mulai dari arabika, robusta hingga kopi dengan campuran khusus atau house blend. Disajikan pula beragam jajanan tradisional untuk menemani nyruput kopi.

Pengunjung memadati sepanjang jalan Desa Kemiren dengan menikmati sajian kopi yang tersedia dan juga UMKM Masyarakat Desa Kemiren. Meskipun sempat diguyur hujan deras. Namun, pengunjung masih stay dilokasi festival.

Huda salah satu pengunjung mengatakan bahwa ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa bisa menikmati kopi secara gratis dan juga sangat excited sekali dengan keramahan dan kemurahan hati masyarakat Osing Kemiren.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. Dwiyanto mengatakan; kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap leluhur dan pembelajaran selama bertahun-tahun atas ilmunya dalam teknik meracik kopi.

Dan yang terpenting adalah nilai gotong royong dari semua kalangan masyarakat yang mensukseskan kegiatan ini. Pengunjung bisa menikmati secara gratis yang tersedia sepanjang jalan Desa Kemiren. Dan juga kegiatan ini bertujuan menggerakkan perekonomian rakyat Banyuwangi dan mengenalkan kopi asal Banyuwangi.

Kepala Desa Kemiren Mohammad Arifin dalam sambutannya menyampaikan; acara ini tidak akan sukses tanpa dukungan dari masyarakat. “Mudah-mudahan bisa meningkatkan perekonomian dan rasa sosial dari masyarakat. Maka dari itu tema pada kegiatan ini ‘sak corotan dadi seduluran’ artinya sekali tuang kita bersaudara,” katanya.

Sebagai informasi, diketahui bahwa Desa Wisata Adat Osing Kemiren merupakan Desa wisata yang menawarkan keindahan alam, kesenian yang menawan, kebudayaan yang terus dijaga turun temurun.

Desa Wisata Adat Osing Kemiren telah memperoleh sertifikasi sebagai Desa Wisata Berkelanjutan atau Indonesia Sustainable Tourism pada 2021 dari Kemenparekraf. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#banyuwangi #suku osing #festival #kemiren #Ngopi Sepuluh Ewu #tradisi #budaya #kopi #Adat