RADAR SITUBONDO – Kelenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi menggelar peringatan bertakhtanya Kongco Tan Hu Cin Jin Ke-241, Selasa (25/2).
Acara ini dihadiri oleh ratusan umat dari berbagai daerah, termasuk perwakilan dari 28 kelenteng di Pulau Jawa dan Bali.
Peringatan bertakhtanya Kongco Tan Hu Cin Jin diisi berbagai kegiatan ritual dan budaya.
Selain menggelar upacara sembahyang, peringatan ini juga diisi pertunjukan wayang kulit semalam suntuk.
Selanjutnya digelar hiburan khas tradisional Tionghoa seperti Liang Liong, Barongsai, dan pertunjukan topeng seribu wajah.
Ada juga kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis pijat tulang belakang dan pembagian puluhan paket sembako kepada warga sekitar Kelenteng Hoo Tong Bio.
Ketua Tempat Ibadah Tri Dharma (TTID) Hoo Tong Bio Banyuwangi Sylvia Ekawati mengatakan, rangkaian peringatan yang dilakukan merupakan wujud syukur atas berkah dan perlindungan yang diberikan oleh Kongco Tan Hu Cin Jin selama ini.
Sylvia berharap, acara ini dapat mempererat tali persaudaraan antarumat serta melestarikan tradisi dan budaya Tionghoa di Banyuwangi.
”Kegiatan ini digelar agar generasi penerus tahu bagaimana sejarah dan peran leluhur kita selama ini,” kata Sylvia.
Pengurus TITD Hoo Tong Bio Alexander Martin menambahkan, Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin datang ke Banyuwangi sebagai seorang tabib yang bisa menguasai berbagai ilmu pengobatan kala itu. Ilmu pengobatan yang dimiliki Kongco masih lestari hingga saat ini.
Beberapa resepnya masih terjaga dengan baik. Bahkan, beberapa orang masih memanfaatkanya dengan melakukan Ciam Si untuk meminta resep obat.
”Banyak orang yang datang untuk Ciam Si kemudian ambil resep dan dibawa ke Sinshe, jadi ilmu pengobatan Kongco masih bermanfaat sampai hari ini,” kata Alex.
Peringatan bertakhtanya Kongco dihadiri 28 perwakilan kelenteng di Jawa dan Bali. Termasuk di dalamnya ada kelenteng yang memiliki pujaan sama, yaitu Kongco Tan Hu Cin Jin.
Seperti kelenteng dari Rogojampi, Probolinggo, Besuki, Tabanan, Kuta, Singaraja, Negara, dan Lombok.
”Kami termasuk salah satu kelenteng yang paling tua di Jawa dan Bali serta kelenteng tertua untuk pemuja Kongco Tan Hu Cin Jin,” tandas Alex. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin