RADAR SITUBONDO - Berbagai rintangan dihadapi petugas dalam upaya pencarian terhadap korban KMP Tunu Pratama Jaya.
Kapal penyeberangan yang tenggelam dalam pelayarannya itu saat ini masih menyisakan korban hilang.
KMP Tunu Pratama berangkat dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Tetapi baru sekitar 30 menit lepas jangkar di Banyuwangi kapal mengalami kebocoran mesin.
Baca Juga: Akhirnya Ada Kepastian, Jalan Tol Probowangi Bakal Tembus ke Bulusan Banyuwangi, Target Rampung 3 Tahun Lagi?
Dengan cepat kapal tenggelam ke dasar Selat Bali, bangkai kapal pun disebut bergeser karena kuatnya arus bawah laut Selat Bali.
Bahkan, penyelam terkendala arus untuk mencapai dasar laut titik KMP Tunu Pratama tenggelam.
Bukan hanya itu, petugas juga terkendala hal lain, yakni dikelilingi kabel bawah laut PLN
"Ada lima kabel bawah laut milik PLN yang digunakan untuk mensuplai sebagian kebutuhan listrik ke Pulau Bali," tulis keterangan resmi SAR.
Baca Juga: Bukan di Jakarta, Erick Thohir Konfirmasi FIFA Match Day Timnas Indonesia Digelar di Jawa Timur
Inilah yang membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena mengancam keselamatan.
"Karenanya upaya bawah air dilakukan sangat hati-hati," lanjut keterangan SAR.
Diduga, dalam KMP Tunu Pratama masih terdapat korban yang terjebak dalam kapal.(*)
- Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo hari ini di Google News