RadarSitubondo.id – Penyuka sambal tomat di Banyuwangi hendaknya mulai mengencangkan ikat pinggang.
Sebab, harga tomat di beberapa pasar di Banyuwangi saat tengah naik tajam.
Di Pasar Induk Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, misalnya.
Saat ini, harga bumbu dapur itu mencapai Rp 26 ribu per kilogram.
Umi Kulsum, 53, Salah satu pedagang di Pasar Induk Genteng 1 mengungkapkan, harga tomat yang dijual Rp 24 ribu per kilogram.
“Sudah lama harga tomat naik, sejak akhir tahun lalu,” ungkapnya.
Harga tomat meroket berdampak terhadap hasil penjualannya. Umi terpaksa mengurangi stok tomat karena pembelinya juga merosot.
“Pembeli sekarang beli tomat tidak pernah banyak, jadi saya mengambil barang lebih sedikit, tomat mudah busuk,” dalihnya.
Sedangkan di Pasar Genteng 2, Desa Genteng Kulon, salah satu pedagang sayuran, Miswati, 47, mengaku harga tomat buah per kilogram Rp 26 ribu.
Sedangkan tomat jenis ranti dijual dengan harga Rp 31 ribu per kilogram.
“Tomat ranti memang lebih mahal, tapi semua jenis tomat sekarang harganya memang naik,” katanya.
Tidak beda jauh dengan yang dialami oleh Umi Kulsum, Miswati merasakan dampak hasil jualannya menurun akibat harga tomat yang naik.
“Mau sedia tomat banyak takut busuk, apalagi pembeli sekarang belinya tidak pernah banyak seperti dulu,” ucapnya.
Salah satu pembeli, Siti Munawaroh, 35, mengaku cukup kesusahan ketika harga tomat mahal.
Sebab, tomat menjadi salah satu bahan masakan wajib yang harus ada di dapurnya.
“Keluarga suka sekali dengan tomat, entah mau dijus atau disambal. Jadi pas mahal (tomat), belinya tidak berani langsung banyak,” ungkapnya.
Siti memilih membeli tomat seperempat kilogram dengan harga Rp 6.000.
“Kalau langsung beli satu kilogram itu cukup keberatan, karena memang mahal. Jadi belinya ya sedikit-sedikit saja,” ujarnya. imbuhnya.
Bagaimana dengan petani tomat? Heri Uswanto, 33, mengatakan harga tomat dari petani cukup tinggi, Rp 17 ribu per kilogram.
Saat harga tomat murah, tidak sampai pada angka Rp 10 ribu per kilogram.
“Kalau lagi murah harga di pasar Rp 5.000 dan paling mahal Rp 10 ribu per kilogram,” terang warga Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.
Salah satu petugas Pasar Induk Genteng 1, Arif Kurniawan menjelaskan, kenaikan harga tomat terjadi sejak dua minggu lalu.
“Harga mahal karena barang yang masuk pasar kurang. Jadi itu yang membuat harga tomat mahal,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Genteng. (rei/abi)
Editor : Ali Sodiqin