Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Ibu Muda di Banyuwangi Tempuh Jarak 67 Km ke Rumah Sakit Demi Lahirkan Anak Pertama

Gareta Yoga Eka Wardani • Kamis, 29 Februari 2024 | 21:11 WIB
BERJUANG: Ike Desi Setyo Restanti (kanan) dalam perjalanan dari Dusun Sukamade menuju RS Al Huda Gambiran untuk persalinan pada Senin (26/2) malam.
BERJUANG: Ike Desi Setyo Restanti (kanan) dalam perjalanan dari Dusun Sukamade menuju RS Al Huda Gambiran untuk persalinan pada Senin (26/2) malam.

RadarSitubondo.id – Ike Desi Setyo Restanti, 26, warga Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, harus berjuang keras untuk bisa melahirkan.

Ibu muda itu harus melewati jalan bebatuan dengan menerabas hutan dan perkebunan.

Kisah mengharukan mengiringi proses pesalinan Ike Desi Setyo Restanti.

Karena ada masalah dengan kandungannya, ibu rumah tangga berusia 26 tahun itu harus dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Al Huda Gambiran yang berjarak 67 kilometer dari rumahnya.

Bukan hanya jarak yang jauh, jalan yang harus dilewati cukup berat dengan melintasi pegunungan dengan bebatuan terjal di tengah hutan.

”Ada beberapa hal yang sempat menjadi kendala saat mau mengantar istri ke RS Al Huda,” ujar Mahardika Putra Pratama, 29, suami Ike.

Putra mengisahkan, sang istri mulai menunjukkan kontraksi pada Minggu (25/2) sekitar pukul 15.00.

Kala itu, petugas medis yang bertugas di Dusun Sarongan, Desa Sarongan, belum berani merujuk ke RS Al Huda sebelum memastikan gejala kontraksi melahirkan.

”Masih memastikan dulu kalau itu kontraksi melahirkan, takutnya itu hanya kontraksi sementara saja,” katanya.

Hingga pukul 19.00, Ike kembali menunjukkan gejala kontraksi. Saat itu, Putra dan petugas medis yakin ibu muda ini akan melahirkan.

”Petugas medis tidak sanggup mengatasi, saya langsung mencari kendaraan menuju RS Al Huda di Gambiran,” ujarnya.

Panik dan cemas dirasakan Putra. Saat istrinya sedang kontraksi dan harus dirujuk ke RS Al Huda Gambiran, kondisi cuaca di Dusun Sukamade sedang hujan deras.

Kondisi ini diperparah dengan sulitnya mendapatkan kendaraan sewaan untuk mengantarkan istrinya ke RS.

”Kalau cepat 30 menit bisa dapat kendaraan untuk turun ke bawah,” katanya.

Saat itu hanya ada satu mobil yang biasa mengantar warga.

Namun, sopirnya mengaku sudah kelelahan bila harus mengantar ke rumah sakit di Kecamatan Gambiran.

Sedangkan kendaraan lain sedang diperbaiki dan satu mobil lainnya masih di Pesanggaran.

”Saya panik, satu kendaraan yang di bawah (Pesanggaran) tidak mungkin ditunggu,” terangnya.

Putra baru mendapatkan kendaraan pada pukul 22.00. Malam itu juga, dia langsung berangkat dengan ditemani beberapa saudara dan orang tuanya.

”Alhamdulillah, akhirnya mendapat kendaraan, pukul 23.00 kami berangkat,” lanjutnya.

Hujan deras yang mengguyur kawasan Sukamade menambah kekhawatiran selama dalam perjalanan. Sebab, air sungai di Sukamade mulai meluap.

Bermodalkan bacaan bismillah, Putra yakin bisa mengantarkan sang istri sampai ke rumah sakit untuk kelahiran anak pertamanya.

”Saya yakin bisa dan bismillah berangkat,” ungkapnya.

Kendala lain kembali menghampiri. Air sungai di Dusun Sarongan meluap hingga membanjiri jalan yang dilewati.

”Rombongan tetap jalan terus, akhirnya bisa melewati jalur yang melewati sungai di Sukamade,” ucapnya bersyukur.

Dengan perjuangan yang keras, rombongan akhirnya tiba di RS Al Huda Gambiran pada Senin dini hari (26/2). Ike langsung diterima oleh petugas medis dan menjalani pemeriksaan.

Wanita tersebut akhirnya berhasil melahirkan bayi perempuan pada Senin (26/2) pukul 14.00 melalui operasi caesar. ”Operasinya berlangsung enam jam,” terangnya.

Anak pertama pasangan Putra dan Ike ini lahir dengan berat 3,3 kilometer dan diberi nama Nazella Resyakila Shahnaz.

Untuk pemulihan kesehatan, ibu dan bayi sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

”Istri saya sudah bisa berjalan ringan beberapa jam setelah operasi,” ucap Putra.

Ike diizinkan kembali ke rumahnya di Dusun Sukamade pada Selasa (27/2) sekitar pukul 15.00, dan sampai di rumahnya sekitar pukul 22.00.

Waktu yang dibutuhkan Ike untuk kembali ke rumah lebih lama dibandingkan waktu berangkat menuju rumah sakit.

”Karena istri baru operasi, kendaraan jalannya pelan-pelan saja,” terang Putra.

Apalagi, saat melewati jalan yang terjal penuh bebatuan, kendaraan juga harus sering berhenti.

Setiap kendaraan jalan satu atau dua kilometer, berhenti untuk istirahat.

”Alhamdulillah, bisa sampai di rumah dengan selamat,” pungkas Putra. (rei/abi/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#banyuwangi #melahirkan #pesanggaran #sarongan #perkebunan #perjuangan #ibu muda