RadarSitubondo.id - Sekitar pukul 13.40 Senin (4/3), Basarnas Banyuwangi tiba di Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo.
Mereka mulai membagi tugas untuk mencari warga negara asing (WNA) asal Australia, Gunther Henry Kitzler, 57, yang hilang saat berselancar di sekitar Plawangan.
Petugas yang melakukan proses pencarian dibagi menjadi dua tim.
Tim pertama menyusuri sepanjang garis Pantai Grajagan, sedangkan tim lainnya terjun ke laut mengobok-obok perairan sekitar Plawangan.
”Untuk hari ini (Senin), kami lakukan pencarian hingga pukul 16.00,” ujar Koordinator Tim Pencarian Basarnas Banyuwangi Andi Irawan.
Berdasarkan pengamatan visual, kondisi ombak di Perairan Grajagan tergolong besar.
Andi meminta kepada tim pencari korban untuk waspada dan berhati-hati. ”Kami tetap berhati-hati selama mencari korban,” katanya.
Untuk proses pencarian hari pertama, Andi menyebut pihaknya belum berhasil menemukan korban.
Malahan, belum ada petunjuk sama sekali terkait keberadaan korban.
”Hari ini masih belum ketemu, proses pencarian akan dilanjutkan besok pagi (hari ini) dengan memperluas jangkauan,” terangnya.
Dari informasi para nelayan Grajagan, selama beberapa hari terakhir ombak di kawasan tersebut tergolong besar.
”Kira-kira empat sampai lima meter,” ungkap Mualif, 50, warga Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo.
Ombak besar itu, kata Mualif, sudah berlangsung sekitar tiga hari ini.
Menurutnya, hal itu yang menjadi daya tarik turis asing untuk berselancar.
”Di Grajagan ini sudah biasa turis asing selancar kalau ombaknya besar seperti sekarang,” terangnya.
Mualif menyampaikan, para nelayan Grajagan juga ikut membantu prose pencarian peselancar asal Australia yang hilang di dekat perairan Plawangan itu.
”Umumnya kalau ada yang tenggelam di sana, baru ketemu sekitar dua atau tiga hari. Tapi mudah-mudahan ini segera ketemu,” harapnya. (gas/abi/c1)
Editor : Ali Sodiqin