Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Wisatawan Australia yang Hilang Saat Selancar di Grajagan Banyuwangi Ditemukan Terdampar di Pantai Ini

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 6 Maret 2024 | 20:30 WIB
Mayat Gunther Henry Kitzler asal Australia yang ditemukan di Pantai Marengan dibawa ke Pelabuhan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo dengan dinaikkan perahu karet, Selasa (5/3).
Mayat Gunther Henry Kitzler asal Australia yang ditemukan di Pantai Marengan dibawa ke Pelabuhan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo dengan dinaikkan perahu karet, Selasa (5/3).

RadarSitubondo.id – Wisatawan asing asal Australia Gunther Henry Kitzler, 57, yang hilang diterjang ombak Laut Selatan Banyuwangi ditemukan, Selasa (5/3) pagi.

Warga Negara Australia itu tenggelam saat bermain selancar di sekitar Perairan Plawangan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo.

Korban yang tinggal di negara bagian New South Wales, Australia, itu ditemukan sudah meninggal di pesisir Pantai Marengan, wilayah Dusun Bloksolo, Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, berjarak sekitar lima kilometer dari lokasi korban diseret ombak.

“Korban tergeletak di Pantai Marengan,” terang Kepala Pos Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setyabudi.

Menurut Wahyu, yang menemukan ada mayat tergeletak di Pantai Marengan itu nelayan.

Selanjutnya, nelayan itu melaporkan ke tim SAR yang sudah dua hari melakukan pencarian.

“Dari laporan itu, tim pencarian langsung terjun ke titik lokasi,” ujarnya.

Lokasi temuan jenazah korban itu., jelas dia, berjarak sekitar lima kilometer ke arah timur dari tempat hilangnya korban.

Medan menuju lokasi penemuan jenazah, lumayan sulit untuk dijangkau.

“Untuk menuju ke lokasi penemuan mayat, kita menggunakan sepeda motor,” katanya.

Wahyu menyampaikan proses evakuasi jenazah korban ini memakan waktu cukup lama.

Medan terjal dan harus menembus rimbunan hutan yang masuk wilayah Taman Nasional Alas Purwo (TN AP), sedikit menghambat tim SAR dalam mengevakuasi jenazah korban.

Baca Juga: WNA Hipnotis Kasir Swalayan di Besuki, Viral di Medsos Bawa Kabur Uang Rp 1,2 Juta

“Setidaknya dibutuhkan waktu hampir dua jam bagi tim SAR untuk mengevakuasi jenazah korban,” cetusnya.

Untuk membawa jenazah menuju Pelabuhan Grajagan, jelas dia, tim SAR menggunakan landing craft rubber boat (LCR) atau perahu karet.

“Jenazah korban dibawa menggunakan perahu karet ke Pelabuhan Grajagan. Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar,” terangnya.

Sesampai di Pelabuhan Grajagan, jenazah warga Australia itu kemudian dimasukkan ke mobil ambulans untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh Tim Inafis Polresta Banyuwangi.

“Setelah diperiksa, jenazah langsung dibawa ke RSUD Blambangan,” terangnya.

Wahyu menyampaikan Basarnas Banyuwangi telah berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Kedutaan Australia di Bali.

“Kita juga sudah koordinasi dengan pihak keluarga,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga negara asing (WNA) asal Australia, Gunther Henry Kitzler, 57, tenggelam dan hilang saat berselancar di sekitar perairan Plawangan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo pada Senin (4/3) pagi. Sebelum ditelan ombak, korban sempat ditolong oleh dua rekannya.

Turis asing yang tinggal di negara bagian New South Wales, Australia itu baru kali pertama bermain selancar di perairan Grajagan.

Korban datang bersama dua WNA lainnya, Gregor Charles, 61, WNA asal Selandia Baru, dan Cristopher Max, 54, asal Australia.

“Kami datang dari Bali sejak Sabtu (2/3), menginap di Raka Homestay Purwoharjo,” ungkap Gregor Charles.

Pada Minggu (3/3), ketiga WNA itu mendatangi Pantai Grajagan untuk survei lokasi yang bakal digunakan untuk berselancar.

Karena cuaca kurang mendukung, mereka mengurungkan niatnya untuk surfing.

“Pagi ini (Senin), kami bertiga mulai berselancar,” terang Gregor.(gas/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#banyuwangi #wisatawan #tenggelam #turis #WNA #hilang #australia #grajagan #ditemukan #Selancar