RadarSitubondo.id – Banyak situs sejarah Situbondo yang terdapat di Kecamatan Besuki.
Sayang, bangunan-bangunan yang berpotensi dijadikan aset wisata itu tidak terkelola dengan baik.
Tidak salah kalau ada yang mengatakan, Kecamatan Besuki merupakan cikal-bakal Kabupaten Situbondo.
Sebab, memang di Besuki kali pertama roda pemerintahan dikendalikan.
Namun perkembangan kotanya kalah pesat dengan Situbondo, maka kendali pemerintahan selanjutnya dialihkan ke Kota Situbondo.
Meski demikian, hingga kini masyarakat Situbondo masih bisa melihat saksi bisu masa-masa kejayaan Besuki di masa lampau.
Saat-saat menjadi tempat terpenting, karena menjadi pusat kendali pemerintahan.
Salah satu yang bisa dilihat adalah pendapa Bupati Besuki yang persis berada di sebelah selatan alun-alun Kecamatan Besuki.
Bangunan itu masih berdiri kokoh, meski sudah banyak bagian bangunan yang rusak, karena dimakan usia dan minimnya perawatan.
‘’Eman (sayang, Red) sebenarnya. Seandainya pendapa ini dipelihara, minimal dengan dijadikan tempat seni pasti akan lebih berharga,” kata Madusuki, warga Besuki asli.
Saat ini pendapa dibiarkan begitu saja. Kadang-kadang saja dimanfaatkan untuk kegiatan tertentu.
‘’Lihat itu, atap dan tiang-tiang bangunan yang sudah mulai keropos. Kotor karena corat-coret siswa nakal,” bebernya.
Komentar Madusuki itu memang ada benarnya. Seandainya tempat itu dipelihara sebaik-baiknya, tentu bisa dijadikan salah satu aset pariwisata Situbondo.
Selain pendapa memang masih banyak situs sejarah lain yang juga berpotensi jadi tujuan pariwisata.
Apalagi, saat ini sudah berhembus kabar daerah Gunung Rengganis akan disulap menjadi salah satu kawasan pariswisata di Kota Santri.
Tentunya, akan semakin melengkapi kawasan-kawasan pariwisata di daerah barat Situbondo. Namun, butuh dana yang tidak kecil untuk mengembangkannya.
Selain pendapa Bupati Besuki, ada juga paseban di alun-alun Besuki. Posisi bangunan ini lurus dengan pintu masuk pendapa.
Konon, paseban itu merupakan ruang tunggu para tamu yang akan menghadap Bupati Besuki. Bangunan yang satu ini lebih terawat dibandingkan pendapa.
Di sebelah timur Polsek Besuki, ada bangunan kuno yang megah. Pilar-pilarnya tampak kokoh menopang bangunan di atasnya.
Bangunan itu merupakan kantor polisi (sekarang mungkin mapolres), saat pemerintahan Situbondo masih di Besuki.
‘’Di tempat itu ada bungker (ruangan bawah tanah) untuk menahan para tahanan,” beber Madusuki.
Bangunan yang satu itu juga tak banyak mendapat perawatan. Ketika orang melihat, rasa angker lebih menonjol daripada penilaian bahwa bangunan tersebut adalah situs sejarah.
‘’Kita yang peduli terhadap situs-situs sejarah hanya bisa bilang eman. Tak bisa lebih dari itu,” timpal Sutomo, warga Besuki lainnya. (pri)
Editor : Ali Sodiqin