RadarSitubondo.id – Kreativitas perangkat Desa Sopet, Kecamatan Jangkar layak diacungi jempol.
Senin malam (15/7), mereka mampu menghadirkan musisi luar negeri untuk kolaborasi dengan kesenian lokal, seperti macopat dan saronen.
Kepala Desa (Kades) Sopet, Sucipto melalui salah satu perangkat desa, Antok mengatakan, pertunjukan musik tersebut baru pertama kali digelar.
Itu merupakan sebuah kebanggaan bagi Desa Sopet yang bisa menghadirkan pecinta seni dari Negara Rusia.
“Even ini punya tema besar yaitu ‘Sopet Mabeli Dhuleng’. Dalam acara ini kami undang macopat dan saronen yang memang berkembang di desa kami untuk menghibur warga Sopet. Kita kolaborasikan dengan dua bintang tamu dari Rusia,” kata Antok.
Dikatakan, ketika pementasan berlangsung sangat terasa sakral. Seakan-akan semua tamu undangan dibawa kembali ke jaman dulu. Apalagi pementasannya dikemas sangat sederhana.
“Pentasnya cuma dikemas sederhana, hanya pakai janur kering untuk membuat nama acara sebagai hiasan pentas. Yang bikin luar biasa, saat pembacaan macopat diringi musik dari luar negeri,” katanya.
Yang tidak kalah menarik, panitia memberikan hidangan kepada tamu undangan juga berupa makanan khas desa.
Di antaranya, pohong goreng, terong bakar, pepaya, dan segala jenis buah-buahan yang tumbuh di desa.
“Itu yang dari luar negeri sangat suka dengan terong bakar. Jadi makan nasi pakai lauk terong bakar, enak katanya,” ujar Antok.
Antok menceritakan, untuk bintang tamu yang dari luar negeri sebenarnya memang sudah ada di Kota Santri sebelum acara digelar.
Kebetulan saja, dua pecinta seni dari Rusia itu berwisata ke Situbondo sambil melakukan riset budaya lokal yang ada di Kota Santri.
“Kebetulan dua pecinta seni itu punya teman di Jangkar, Jadi kami gampang untuk menghadirkan yang dari luar negeri ini,” pungkas Antok. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin