RadarSitubondo.id – Temuan peninggalan peradaban Hindu-Budha klasik di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Situbondo, Minggu lalu (29/9), cukup membuat warga setempat heboh.
Mereka yang dekat dengan benda Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), itu baru tahu setelah Tim Konservasi Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah XI Jawa Timur, turun ke lokasi.
Sulatip, 50, pemilik lahan yang ditempati sebuah fitur unik yang tergambar di lempeng bukit, tidak menyangkan jika ada barang-barang penting dan bersejarah yang harus dilindungi.
Selama dia menempati, benda-benda tersebut hanya dianggap ciptaan alam dan tidak memiliki keistimewaan.
“Sejak saya kecil dan mendengar dari cerita leluhur benda ini memang sudah terbentuk, tidak tahu siapa yang mengukir,” kata Sulatip.
Dikatakan, benda unik di lahan miliknya itu cukup banyak. Ada batu berlubang kecil, batu berlubang besar. Selama ini batu-batu tersebut hanya difungsikan menandon air hujan. Ada pula batu berlubang yang dibuat tempat air khusus diminum sapi.
“Kalau cerita orang tua dulu, katanya batu berlubang ini jejak raksasa. Katanya selain di sini (Desa Jatisari), lubang serupa juga ada di desa lain, paling langkahnya raksasanya besar,” ucap Sulatip.
Jika tidak ada Tim Konservasi BPK wilayah XI Jawa Timur turun ke lokasi, dia memastikan lahan tersebut tidak akan terawat. Bahkan batu-batu yang dianggap diukir menggunakan logam akan dihancurkan.
“Saat ada tim ODCB dari Situbondo dan orang-orang dari pusat turun, saya dapat titipan kalau lahan ini harus dijaga. Katanya sudah dilindungi negara, pasti saya jaga,” kata Sulatip.
Kepala Desa Jatisari, Rayudi menegaskan, temuan tersebut cukup luar biasa dan menjadi perbincangan warga sekitar. Bahkan dirinya menjadi sasaran pertanyaan warga tentang temuan ODCB tersebut.
“Pagi-pagi ada warga yang tanya pada saya tentang temuan peradaban Hindu-Budha klasik di Desa Jatisari. Saya juga bingung begitu cari di google sudah ada dan lokasi di desa saya. Saya juga akan melihat, saya benar-benar penasaran dan ingin tahu juga,” pungkas Rayudi. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin