RADARSITUBONDO.ID – Pagelaran Situbondo Ethnic Festival (SEF) tahun ini dipastikan tidak akan digelar kembali. Anggarannya sudah dialihkan untuk tambahan upah tenaga honorer.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, pemerintah saat ini fokus untuk memberikan tambahan upah kepada tenaga honorer. Anggarannya bersumber dari kegiatan yang tidak menjadi pelayanan dasar utama.
“Saya sebagai bupati harus memberi contoh, apa itu? Hapus semua anggaran-anggaran bupati. Situbondo Ethnic Festival kita hapus. Pekan sholawat Nusantara kita hapus, anggaraannya digeser untuk tambahan honor tenaga honorer," ujarnya, beberapa waktu lalu.
Mas Rio mengaku sudah memerintahkan kepada para organisasi perangkat daerah lain untuk menghapus kegiatan yang bukan merupakan pelayanan dasar.
Ini dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan hidup tenaga honorer. "Saya sudah mengambil langkah, saya tidak mau tau, tahun ini orientasinya ke sana," jelasnya.
Dikatakan, tekad bulat tersebut bukan tanpa sebab. Dia mengaku prihatin dengan nasib tenaga honorer selama ini. Honor yang mereka dapatkan hanya Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.
"Saya tahu sendiri melihat sendiri upah tenaga honorer guru sangat tidak manusiawi, hanya Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu. Selain itu upah untuk petugas kesehatan honorer hanya Rp 400 ribu perbulan," ucapnya.
Mas Rio menilai pendapatan tersebut sangat tidak layak. Sebab, untuk mencukupi kebutuhan hidup sangat tidak ideal. Sedangkan peran mereka sangat strategis dalam memenuhi layanan kebutuhan dasar.
"Bagaimana mencerdaskan kehidupan bangsa, sementara yang bertugas mencerdaskan saja dalam kondisi yang sedang lapar. Bagaimana memberikan pelayanan publik yang prima sementara yang memberikan pelayanan dalam kondisi lapar,” jelasnya.
Selain itu, Mas Rio meminta DPRD turut mendukung rencana Pemkab Situbondo. Dukungan tersebut berupa penggeseran anggaran dewan untuk menambah kebutuhan tambahan honor tersebut.
“Nah DPRD mau atau tidak untuk mengurangi anggaran apapun itu yang melekat di DPRD,” tandasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin