Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Perbedaan Tradisi Maulid Nabi di Indonesia dari Sabang sampai Merauke

Bayu Shaputra • Jumat, 5 September 2025 | 22:00 WIB
Tradisi Meugang di Aceh saat peringatan Maulid Nabi.
Tradisi Meugang di Aceh saat peringatan Maulid Nabi.

RADARSITUBONDO.ID - Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar, memiliki beragam tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Setiap daerah, dari Sabang hingga Merauke, memiliki keunikannya sendiri dalam memperingati kelahiran Rasulullah, mencerminkan adaptasi kearifan lokal terhadap Islam.

 Baca Juga: Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, Lakukan Peninjauan Terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Desa Klatakan dan Kelurahan Mimbaan

Di Aceh, Maulid dirayakan meriah dengan ritual Meugang, di mana masyarakat menyembelih hewan kurban tiga hari sebelum perayaan dan membacakan Barzanji.

Warga berkumpul di balai desa sambil menikmati hidangan tradisional seperti gulai kambing. Anak-anak mengenakan pakaian adat Melayu dan membawa lilin warna-warni dalam prosesi Peusijuek.

Minangkabau merayakan Maulid Habsyi dengan dialek Minang, melantunkan sholawat dengan irama talempong. Hidangan khas berupa nasi kapau, rendang, dan gulai cubadak disiapkan, dan beberapa nagari masih mempertahankan tradisi batagak penghulu saat Maulid, menunjukkan perpaduan adat dan agama.

 Baca Juga: Ratusan Siswa SMA 1 Panji Keracunan MBG?, Tim Ahli Gizi MBG Tunggu Hasil Lab untuk Komentar

Jawa memiliki variasi tradisi Maulid yang beragam. Di Jawa Tengah, Sekaten dirayakan dengan gamelan Kyai Nogowilogo yang dimainkan setahun sekali, sementara pasar malam Sekaten diisi pedagang gethuk, gudeg, dan apem.

Di Jawa Timur, Grebeg Maulud Surabaya menampilkan kirab budaya dengan tumpeng sewu, dan Pondok Pesantren Darul Ulum di Jombang menggelar Haul Akbar dengan santri membaca Diba’iyah.

 Baca Juga: The Conjuring: Last Rites, Sinopsis dan Apa yang Beda dari Film Horor Sebelumnya

Di Bali, Muslim merayakan Maulid dengan nuansa Pura Agung. Di Denpasar, Masjid Agung Jamiatur Rahman mengadakan pawai budaya dengan gamelan Bali dan pembacaan sholawat. Hidangan khas seperti ayam betutu halal dan jaje Bali menunjukkan akulturasi budaya.

Di Kalimantan Selatan, tradisi Bapadah ditandai dengan perahu hias di Sungai Martapura sambil melantunkan sholawat. Masyarakat Banjar menyiapkan soto banjar dan ketupat kandangan. Di pedalaman Dayak, Maulid dirayakan dengan tarian tradisional yang disesuaikan dengan nilai Islami.

 Baca Juga: The Conjuring: Last Rites Tayang Tanggal Berapa di Indonesia? Jadwal Rilis & Tayang Perdana

Suku Bugis-Makassar merayakan Maulid Simtuduq dengan pembacaan Kitab Barzanji dalam bahasa Bugis. Di Makassar, prosesi pawai ta’aruf menampilkan bendi yang dihias meriah. Hidangan khas seperti coto Makassar, konro, dan pisang epe disajikan di setiap rumah.

Di Maluku, tradisi Maulid Tifa menggabungkan alat musik tifa dan sholawat. Masyarakat Ambon mengadakan pasar tumpah di sekitar masjid dengan menjual ikan kuah kuning, papeda, dan sagu lempeng. Di Ternate, perayaan Maulid terkait dengan sejarah Kesultanan dan ritual ziarah makam sultan yang menyebarkan Islam.

Di Merauke, komunitas Muslim pendatang menciptakan tradisi Maulid multikultural. Masjid-masjid menggelar festival kuliner Nusantara dengan hidangan dari Padang, Jawa, dan Makassar. Anak-anak Papua Muslim mengenakan koteka dimodifikasi dengan hiasan Islami, menunjukkan adaptasi budaya lokal dengan ajaran agama.

 Baca Juga: Dari Rumah Berhantu hingga Hati yang Terluka: Perjalanan Terakhir Ed dan Lorraine Warren di The Conjuring

Keberagaman tradisi Maulid Nabi di Indonesia menunjukkan bahwa Islam telah berakar kuat dalam budaya Nusantara. Setiap daerah memadukan nilai-nilai universal Islam dengan kearifan lokal, menciptakan mozaik peradaban yang bermakna.

Dari Sabang sampai Merauke, semangat cinta kepada Rasulullah tetap sama meskipun diekspresikan dalam beragam bentuk yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.


Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#Peringatan Maulid Nabi 2025