Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

7 Tradisi Unik Maulid Nabi di Indonesia yang Masih Dilestarikan

Bayu Shaputra • Jumat, 5 September 2025 | 22:30 WIB
Tradisi Sekaten di Jogja untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad.
Tradisi Sekaten di Jogja untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad.

RADARSITUBONDO.ID - Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar, memiliki tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang beragam dan unik.

Setiap daerah memperingati kelahiran Rasulullah dengan cara khas, menciptakan budaya yang kaya dan bermakna. Berikut tujuh tradisi yang masih lestari:

 Baca Juga: Ratusan Siswa SMA 1 Panji Keracunan MBG?, Tim Ahli Gizi MBG Tunggu Hasil Lab untuk Komentar

Sekaten di Yogyakarta dan Solo

Tradisi Sekaten adalah perayaan Maulid Nabi yang megah di Jawa, dimulai dengan gamelan Kyai Kanjeng Kyahi Guntur Madu dan Kyai Kanjeng Kyahi Guntur Sari.

Perayaan berlangsung 35 hari, puncaknya adalah prosesi Grebeg Mulud dengan pembagian gunungan hasil bumi. Suasana dipenuhi aroma kemenyan dan hiruk-pikuk kuliner lokal.

 Baca Juga: Dari Rumah Berhantu hingga Hati yang Terluka: Perjalanan Terakhir Ed dan Lorraine Warren di The Conjuring

Maulid Simtudduror di Banten

Tradisi Maulid Simtudduror di Banten ditandai dengan pembacaan kitab karya Imam Al-Jazuli dan diiringi rebana serta marawis. Tarian sufistik dilakukan jamaah dengan lagu sholawat, menciptakan gerakan spiritual. Acara biasanya diadakan di masjid tua dengan arsitektur khas Banten.

 Baca Juga: Misteri di Balik Layar The Conjuring: Last Rites, Vera Farmiga Alami Memar Berbentuk Salib!

Tabot di Bengkulu

Tradisi Tabot di Bengkulu adalah perpaduan budaya Melayu dan Arab, dengan pembuatan replika makam Imam Husein dari bambu dan kertas berwarna. Prosesi dimulai dengan pengambilan tanah di pantai, diikuti arak-arakan tabot yang menyusuri kota. Klimaksnya adalah pelarutan tabot ke laut, simbol kepasrahan kepada Allah SWT.

Malem Maulud di Aceh

Malem Maulud di Aceh adalah tradisi sakral dengan aroma dupa dan lantunan shalawat di masjid. Masyarakat menyiapkan makanan tradisional untuk dibagikan gratis. Khususnya, hikayat kehidupan Nabi Muhammad dibacakan dalam bahasa Aceh dengan gerak tari tradisional.

Manakiban di Jawa Barat

Manakiban di Jawa Barat melibatkan pembacaan riwayat hidup Nabi Muhammad dalam bahasa Sunda. Dipimpin juru manakib, acara ini diiringi instrumen tradisional. Peserta duduk di atas tikar pandan sambil menikmati hidangan khas.

Diikir Maulud di Kalimantan Selatan

Diikir Maulud di Banjar melibatkan zikir dan shalawat dalam bahasa Banjar. Acara dimulai dengan pembacaan Quran dan ceramah tentang akhlak Rasulullah. Hidangan khas seperti soto banjar dan kue cucur disajikan, dengan pertunjukan hadrah yang menghibur.

 Baca Juga: Janji Pihak Jalan Tol Probowangi Usai Bertemu Bupati Situbondo

Barzanji Betawi di Jakarta

Barzanji Betawi menggabungkan budaya Arab dan lokal. Pembacaan kitab Al-Barzanji diiringi musik gambus dan rebana. Peserta mengenakan pakaian tradisional sambil menikmati makanan khas, dengan suasana hangat penuh candaan khas Betawi.

Setiap tradisi adalah perayaan yang memperkuat ikatan sosial, melestarikan budaya lokal, dan mendalami nilai-nilai spiritual Islam. Keberagaman cara merayakan Maulid Nabi menunjukkan kekayaan dan toleransi bangsa Indonesia dalam mengekspresikan cinta kepada Rasulullah SAW.


Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#Peringatan Maulid Nabi 2025