RADARSITUBONDO.ID - Diwali atau Deepavali, yang berlangsung pada 21 Oktober 2025, adalah Festival Cahaya yang dianggap sebagai salah satu perayaan paling besar oleh orang-orang Hindu, Sikh, Jain, dan beberapa penganut Buddha.
Perayaan ini melambangkan keberhasilan kebaikan atas kejahatan, cahaya atas kegelapan, serta pengetahuan atas kebodohan.
Baca Juga: Unars Situbondo Wisuda ke-30, Lahirkan 356 Sarjana & Magister Siap Hadapi Tantangan Global
Diwali sudah dirayakan oleh umat Hindu di seluruh dunia sejak lebih dari 2.500 tahun yang lalu. Dalam Bahasa Sanskerta, "Diwali" berasal dari kata "Dipavali," yang artinya adalah "barisan cahaya".
Festival ini berkaitan dengan banyak cerita legenda, termasuk kisah kembalinya Rama ke kerajaannya di Ayodhya bersama Sita dan Lakshmana setelah mengalahkan raja iblis Rahwana.
Bagi umat Jain, Diwali menandai saat Mahavira mencapai nirvana pada tahun 527 SM, di mana 18 raja yang hadir dalam ajarannya yang terakhir mengumumkan agar lampu dinyalakan sebagai bentuk penghormatan. Sementara itu, umat Sikh merayakan Bandi Chhor Divas untuk mengenang pembebasan Guru Hargobind dari penjara Mughal.
Diwali sangat berhubungan dengan Lakshmi, dewi kekayaan dan kemakmuran, serta Ganesha, dewa kebijaksanaan dan penghapus halangan.
Dalam keyakinan Hindu, Dewi Lakshmi diyakini berkeliling di Bumi, jadi setiap orang membuka pintu dan jendela serta menyalakan lampu untuk mengundangnya masuk.
Baca Juga: Oppo Find X9 Pro Meluncur, Kamera 200MP Hasselblad Siap Guncang Pasar Flagship 2025!
Festival Diwali berlangsung selama lima atau enam hari. Hari pertama menghormati sapi sebagai hewan sakral. Hari kedua dicurahkan untuk Dewa Dhanvantari, dewa kesehatan, dan dianggap sebagai waktu terbaik untuk membeli emas dan perak.
Hari ketiga merupakan puncak perayaan dengan Lakshmi Puja, saat keluarga berkumpul untuk beribadah. Hari keempat dan kelima dilanjutkan dengan bertukar hadiah dan berkumpul bersama saudara.
Baca Juga: Tanda-Tanda Obesitas pada Anak, Cek Cara Deteksi dan Pencegahannya
Perayaan ini ditandai dengan membersihkan dan menghias rumah dengan diya (lampu minyak) dan rangoli (pola seni warna-warni).
Orang-orang Hindu mengenakan pakaian terbaik mereka, menyalakan lampu di dalam dan di luar rumah, menyalakan kembang api, serta membagikan mithai (makanan manis) dan hadiah.
Di Indonesia, kegembiraan Diwali bisa terlihat di Kampung Madras, Medan, Sumatera Utara, yang merupakan salah satu tempat tinggal masyarakat India tertua di negara ini.
Meskipun Diwali bukan hari libur nasional menurut keputusan pemerintah, komunitas Hindu di berbagai tempat seperti Bali dan kota besar lainnya tetap merayakannya dengan penuh semangat dan kesucian.
Editor : Ali Sodiqin