Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Egrang Kian Ditinggalkan di Situbondo! Warisan Budaya Terancam Hilang, Upaya Pelestarian Digenjot

Ahmad Rifa'ie • Senin, 27 April 2026 | 19:01 WIB
TERBUAT DARI BAMBU: Salah satu siswa berlatih olahraga tradisional egrang di sekolah, Minggu (26/4). (Ahmad Rifa
TERBUAT DARI BAMBU: Salah satu siswa berlatih olahraga tradisional egrang di sekolah, Minggu (26/4). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Olahraga tradisional seperti egrang merupakan salah satu warisan budaya yang perlu terus dijaga. Permainan yang di Situbono mulai menyusut dan jarang diminati itu harus dirawat agar tidak menghilang.

Peminat olahraga Egrang di Kota Santri kian hari semakin berkurang. Karena itu, permainan yang memiliki nilai luhur tersebut perlu dilestarikan agar tetap eksis.

Menjaga warisan bukan hanya menjadikannya sebagai ajang kejuaraan, tetapi juga mempertahankan nilai budaya dan adat di dalamnya. “Olahraga tradisional memiliki nilai luhur yang harus diwariskan. Ini bukan hanya soal permainan, tetapi juga tentang membangun karakter, kebersamaan, dan rasa cinta terhadap budaya bangsa,” kata Rusdiyanto, salah satu pembina olahraga tradisional di Situbondo.

Rusdi, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa langkah pelestarian sangat penting. Sebab, olahraga tradisional bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian dari identitas budaya bangsa yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. “Pelestarian olahraga tradisional tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi antara pemerintah, komunitas, hingga masyarakat luas agar upaya tersebut berjalan optimal dan berkelanjutan,” imbuh Rusdiyanto.

Menurutnya, minat masyarakat Situbondo terhadap permainan tradisional terjadi seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga eksistensi permainan rakyat di tengah kehidupan modern saat ini.

“Sebagai langkah konkret, perlu menggencarkan berbagai program untuk menarik kembali minat generasi muda, seperti melalui penyelenggaraan event kompetisi, festival, serta sosialisasi ke sekolah-sekolah,” jelasnya.

Rusdi juga menyebut salah satu agenda yang perlu dilakukan untuk merawat olahraga tradisional adalah menggelar Pekan Olahraga Tradisional tingkat kabupaten. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan dan seleksi atlet untuk jenjang yang lebih tinggi. “Dalam pelaksanaannya, berbagai cabang olahraga tradisional akan dipertandingkan, seperti egrang, lari balok, tarik tambang, terompah panjang, sumpitan, hadang atau sodor, gasing, kasti, pecut, hingga ketapel,” ucapnya.

Dia menegaskan, keberagaman cabang tersebut diharapkan mampu menarik partisipasi masyarakat secara luas, sekaligus menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya bangsa secara langsung melalui praktik permainan. “Dengan adanya wadah olahraga tradisional, diharapkan tidak hanya tetap eksis, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat serta menjadi kebanggaan daerah di tengah arus modernisasi,” tutupnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #egrang