Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Real Madrid dan UEFA Akhiri Sengketa Super League Setelah Negosiasi Panjang

Bayu Shaputra • Jumat, 13 Februari 2026 - 14:00 WIB

UEFA.
UEFA.

RADARSITUBONDO.ID - Real Madrid dan UEFA akhirnya resmi mengakhiri sengketa hukum terkait proyek Liga Super Eropa yang sempat menghebohkan jagat sepak bola.

Kesepakatan tersebut diumumkan pada Kamis (12/2) bersama European Football Clubs (EFC), menandai berakhirnya konflik panjang antara kedua pihak.

Dalam pernyataan bersama, mereka menyebut telah mencapai kesepakatan prinsip demi kepentingan sepak bola klub di Eropa. Implementasi prinsip tersebut sekaligus akan menyelesaikan seluruh perselisihan hukum yang selama ini membayangi proyek Liga Super Eropa.

 Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Kalah Tipis 2-3 dari China di Injury Time

Langkah ini terjadi setelah Barcelona lebih dulu mundur dari proyek kontroversial tersebut pada Oktober 2025. Keputusan itu membuat Real Madrid menjadi klub terakhir yang masih bertahan dalam wacana pembentukan kompetisi tandingan UEFA tersebut.

Liga Super Eropa pertama kali diumumkan pada April 2021 dengan dukungan 12 klub elite Benua Biru. Namun, rencana tersebut runtuh dalam hitungan hari setelah mendapat gelombang penolakan dari suporter, liga domestik, hingga otoritas sepak bola. Sembilan klub pendiri segera menarik diri, sementara Juventus bertahan hingga 2024 sebelum akhirnya ikut mundur.

Konflik hukum memanas setelah Real Madrid menuntut kompensasi besar kepada UEFA. Tuntutan itu muncul usai UEFA kalah dalam proses banding pengadilan pada Oktober 2025.

Pengadilan Provinsi Madrid saat itu memutuskan bahwa UEFA, Federasi Sepak Bola Spanyol, dan La Liga terbukti melakukan praktik anti-kompetitif karena melarang klub bergabung dengan liga alternatif.

 Baca Juga: Bojan Hodak Akui Start Buruk Jadi Biang Kekalahan Persib atas Ratchaburi

Sempat muncul upaya baru menghidupkan konsep serupa lewat proyek bertajuk Unify League pada Desember 2024 yang diklaim akan melibatkan 96 klub. Namun, rencana tersebut gagal memperoleh dukungan luas dari komunitas sepak bola.

Dalam kesepakatan terbaru, kedua pihak menegaskan komitmen terhadap prinsip merit olahraga. Mereka juga menekankan pentingnya keberlanjutan jangka panjang serta peningkatan pengalaman penggemar melalui pemanfaatan teknologi.

Presiden Real Madrid Florentino Pérez yang sebelumnya paling vokal memperjuangkan hak klub untuk menggelar kompetisi di luar naungan UEFA, kini memilih mengakhiri perlawanan. Kesepakatan ini sekaligus menutup salah satu bab paling kontroversial dalam sejarah sepak bola Eropa modern.

Editor : Ali Sodiqin
#Sengketa Super League #uefa #Real Madrid