RADARSITUBONDO.ID - Kemenangan tipis 1-0 yang diraih Real Madrid atas Benfica pada leg pertama playoff babak 16 besar Liga Champions UEFA, Rabu (18/2) dini hari WIB, diwarnai insiden serius yang memicu penghentian pertandingan selama sekitar 10 menit.
Pertandingan yang digelar di Stadion Da Luz itu sempat memanas setelah bintang asal Brasil, Vinicius Junior, diduga menjadi korban penghinaan rasis dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
Insiden bermula pada menit ke-50. Vinicius mencetak gol spektakuler lewat tendangan melengkung ke sudut atas gawang usai menerima umpan matang dari Kylian Mbappe.
Selepas mencetak gol, pemain berusia 25 tahun itu melakukan selebrasi dengan menari di dekat bendera pojok. Namun, wasit Francois Letexier justru menghadiahinya kartu kuning karena dianggap melakukan selebrasi berlebihan.
Baca Juga: Israel Perketat Pengamanan Al-Aqsa Jelang Ramadan, Warga Palestina Dibatasi
Ketegangan meningkat saat Prestianni mendekati Vinicius dengan menutup mulut menggunakan jersey. Sejumlah laporan media Eropa menyebutkan adanya dugaan kata-kata bernada rasis yang dilontarkan pemain asal Argentina tersebut, termasuk sebutan “monyet”.
Merasa menjadi sasaran rasisme, Vinicius langsung melapor kepada wasit. Letexier kemudian mengaktifkan protokol anti-rasisme FIFA dengan membuat gestur tangan menyilang di atas kepala sebagai tanda penghentian sementara pertandingan.
Situasi di lapangan pun berubah tegang. Vinicius terlihat emosional dan sempat berjalan menuju bangku cadangan, menolak melanjutkan pertandingan.
Keributan kecil terjadi antara pemain dan staf kedua tim. Bahkan, seorang ofisial Benfica diusir keluar lapangan setelah menerima kartu merah dari wasit.
Pelatih Benfica, Jose Mourinho, terlihat mencoba meredakan situasi dengan memeluk Vinicius. Sementara itu, pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menegaskan timnya siap meninggalkan lapangan jika sang pemain memutuskan tidak melanjutkan laga.
Baca Juga: Bukan Sekadar Buah, Ini 7 Makna Jeruk Mandarin Saat Imlek
Setelah diskusi panjang antara pemain, ofisial, dan perangkat pertandingan, laga akhirnya kembali dilanjutkan usai terhenti sekitar 10 menit. Skor 1-0 untuk kemenangan Madrid bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Usai pertandingan, Vinicius menyampaikan sikap tegas melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyebut pelaku rasisme sebagai pengecut yang harus menutupi mulut untuk menyembunyikan kelemahan mereka.
Dukungan juga datang dari Confederacao Brasileira de Futebol (CBF) yang menyatakan langkah Vinicius mengaktifkan protokol sebagai bentuk keberanian dan martabat dalam melawan diskriminasi.
Mbappe pun tak tinggal diam. Ia mengecam keras dugaan tindakan rasis tersebut dan menyebut pelaku tidak pantas tampil di Liga Champions. Di sisi lain, kubu Benfica membantah adanya unsur rasisme dan menyebut insiden itu hanya bagian dari provokasi biasa di lapangan.
Leg kedua dijadwalkan berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu pekan depan, dengan tensi pertandingan diprediksi tetap tinggi menyusul insiden panas di Lisbon.
Editor : Ali Sodiqin