Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Viral Usai Lamar Kekasih Sesama Jenis, Wasit Bundesliga Jadi Korban Penganiayaan

Bayu Shaputra • Kamis, 19 Februari 2026 | 15:30 WIB
Wasit amatir Jerman, Pascal Kaiser menjadi korban penganiayaan usai lamar pasangan sesama jenis.
Wasit amatir Jerman, Pascal Kaiser menjadi korban penganiayaan usai lamar pasangan sesama jenis.

RADARSITUBONDO.ID - Pascal Kaiser, wasit amatir asal Jerman, harus menjalani perawatan akibat luka fisik dan trauma setelah menjadi korban dugaan serangan bermotif kebencian usai melamar kekasihnya, Moritz, di stadion.

Peristiwa itu terjadi pada 31 Januari 2026 di RheinEnergieStadion, sebelum laga FC Köln kontra VfL Wolfsburg. Di hadapan hampir 50 ribu penonton yang memadati stadion, Kaiser berlutut di tengah lapangan dan menyampaikan lamaran kepada Moritz.

Aksi tersebut disambut tepuk tangan meriah dan sorakan suporter, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Diversity Day yang didukung klub.

 Baca Juga: Kemenkop Luncurkan Call Center Nasional Terintegrasi Command Center

Namun, momen bahagia itu berubah drastis setelah video lamaran mereka viral di media sosial. Alih-alih menuai dukungan, Kaiser justru menerima gelombang komentar bernada kebencian. Informasi pribadinya, termasuk alamat rumah, tersebar luas di internet. Ancaman kekerasan pun berdatangan.

Situasi memuncak pada 7 Februari 2026. Hanya sekitar 20 menit setelah melaporkan ancaman yang diterimanya kepada polisi, Kaiser diserang tiga pria tak dikenal di taman rumahnya.

Akibat serangan tersebut, ia mengalami luka pada bagian mata kanan. Sejumlah media Eropa menyebutkan, ini bukan kali pertama Kaiser mengalami intimidasi di kediamannya.

Kasus ini menjadi sorotan publik Jerman. Meski negara tersebut telah melegalkan pernikahan sesama jenis sejak Oktober 2017, insiden yang menimpa Kaiser menunjukkan bahwa diskriminasi dan kekerasan terhadap komunitas LGBTQ+ masih terjadi.

 Baca Juga: Tak Sengaja Minum Saat Puasa Ramadan, Apakah Batal?

Kepolisian setempat kini menyelidiki peristiwa tersebut sebagai dugaan kejahatan bermotif kebencian. Sementara itu, komunitas sepak bola dan aktivis hak asasi manusia di Jerman mengecam keras aksi kekerasan tersebut.

Mereka mendesak adanya perlindungan yang lebih kuat bagi kelompok minoritas serta penegakan hukum tegas terhadap pelaku.

Bagi Kaiser dan Moritz, momen yang semestinya menjadi kenangan terindah kini berubah menjadi pengalaman traumatis. Meski demikian, peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa perjuangan melawan diskriminasi dan intoleransi belum sepenuhnya usai.

Editor : Ali Sodiqin
#Pascal Kaiser #Wasit Bundesliga