RADARSITUBONDO.ID - Momen Lebaran 2026 identik dengan tradisi mudik dan berkumpul bersama keluarga besar. Namun, suasana itu justru tidak dirasakan oleh Beckham Putra.
Pemain Andalan Persib Bandung tersebut memilih menunda rencana pulang kampung demi menjaga fokus memperkuat Timnas Indonesia dalam agenda penting FIFA Series 2026.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Di tengah jeda kompetisi Liga Super 2025/2026, sejumlah pemain terbaik Tanah Air dipanggil untuk menjalani laga internasional di bawah Arah pelatih John Herdman.
Agenda FIFA Series yang berlangsung pada 27 dan 30 Maret menghadirkan lawan-lawan seperti Timnas Bulgaria, Timnas Kepulauan Solomon, dan Timnas Saint Kitts dan Nevis, yang menjadi ajang pembuktian kualitas skuad Garuda di level internasional.
Baca Juga: Kepulauan Solomon Rilis Skuad FIFA Series 2026, Siap Tantang Bulgaria di Jakarta
Alih-alih memanfaatkan jeda untuk mudik, Beckham justru tetap bertahan di Bandung. Ia ingin memastikan kondisi fisik dan mentalnya berada pada level terbaik sebelum bergabung dengan tim nasional.
“Jadi agak tertunda dulu karena takutnya saya sudah ada rencana ke luar kota atau mudik, tapi adanya panggilan Timnas saya lebih fokuskan di Bandung dulu aja untuk lebih fokus dengan keluarga,” kata Beckham.
Pernyataan tersebut menggambarkan prioritasnya sebagai pemain profesional. Bagi Beckham, panggilan tim nasional bukan sekadar kesempatan, melainkan hasil dari konsistensi yang ia bangun bersama klub. Ia menyadari bahwa kinerja di level klub menjadi fondasi utama untuk tetap dipercaya mengenakan seragam Merah Putih.
“Timnas adalah bonus yang penting kita bisa tampil konsisten bersama Persib dan meraih yang terbaik bagi Persib dan saya bisa terus mendapatkan kepercayaan itu dan semoga kepercayaan itu bisa saya dapat lebih baik di Timnas nanti,” ungkapnya.
Baca Juga: One Way Nasional Arus Balik Lebaran Mulai Berlaku 24 Maret 2026
Musim ini, pemain berusia 24 tahun tersebut tampil cukup stabil. Dari 23 pertandingan di Liga Super, ia dipercaya menjadi starter sebanyak 13 kali dengan total 1.134 menit bermain. Kontribusinya tercatat melalui dua gol dan tiga assist, namun tetap jauh lebih besar sebagai pengatur ritme serangan.
Secara statistik, Beckham lebih menonjol sebagai kreator. Ia mencatatkan rata-rata 1,2 key pass per pertandingan yang menunjukkan kemampuannya dalam membuka peluang.
Akurasi umpannya mencapai 82 persen, panjang umpannya juga cukup efektif dengan tingkat keberhasilan 68 persen. Data ini menegaskan bahwa disarankan tidak hanya sebatas pemain sayap biasa, melainkan motor serangan dari lini kedua.
Dalam skema permainan, Beckham kerap beroperasi di sisi kanan. Pergerakannya di area half-space hingga mendekati kotak penalti membuatnya berfungsi sebagai inverted winger sekaligus playmaker. Ia sering memukul ke dalam sebelum melepaskan umpan-umpan berbahaya yang membuka ruang bagi rekan setimnya.
Kemampuan dribel menjadi salah satu keunggulan utama Beckham. Dengan tingkat keberhasilan mencapai 80 persen dan rata-rata tiga dribel keberhasilan per pertandingan, itu menjadi ancaman serius bagi perlindungan lawan. Tak heran jika ia juga sering menjadi sasaran pelanggaran, dengan rata-rata 1,3 pelanggaran yang diterima setiap laga.
Meski begitu, masih ada aspek yang perlu diperbaiki. Sepanjang musim ini, Beckham tercatat menerima tiga kartu kuning dan dua kartu merah. Catatan tersebut menunjukkan sisi agresivitas yang terkadang berlebihan dan perlu dikendalikan, terutama saat tampil di level internasional yang menuntut disiplin ilmu tinggi.
Persaingan di skuad Timnas Indonesia juga tidak mudah. Beckham harus bersaing dengan pemain-pemain berkualitas seperti Yakob Sayuri dan Ragnar Oratmangoen. Keduanya memiliki pengalaman dan kemampuan yang membuat persaingan semakin ketat.
Baca Juga: Nico O'Reilly Cetak Brace, Manchester City Raih Gelar ke-9 Carabao Cup
"Ya banyak pemain dari liga lokal maupun luar negeri yang mempunyai kualitas yang bagus. Saya tekan untuk selalu memberikan yang terbaik di setiap pertandingan. Kalau misalnya masuk skuat utama itu adalah bonus, masuk 23 skuat jadi target," sebutnya.
Target realistis itu menunjukkan kematangan berpikir Beckham. Ia tidak ingin terbebani ambisi secara berlebihan, namun tetap menjaga semangat untuk memberikan performa terbaik setiap kali mendapatkan kesempatan.
Keputusan untuk tidak mudik di momen Lebaran menjadi simbol profesionalisme yang jarang terlihat. Di saat banyak orang memilih pulang kampung, Beckham justru mengambil jalan berbeda demi tanggung jawab yang lebih besar. Pilihan ini menjadi cerminan komitmennya untuk terus berkembang dan membawa nama Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Kini masyarakat tak sabar apakah pengorbanan tersebut akan membuahkan hasil yang manis. FIFA Series 2026 menjadi panggung penting bagi Beckham Putra untuk membuktikan bahwa keputusannya menunda mudik bukanlah sia-sia, melainkan langkah besar menuju level karir yang lebih tinggi.
Editor : Agung Sedana