Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Marc Klok Kritik Standar Ganda Netizen dalam Mengkritik Pemain Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026

Bayu Shaputra • Jumat, 27 Maret 2026 | 13:00 WIB
Gelandang timnas Indonesia, Marc Klok. (Instagram/marcklok)
Gelandang timnas Indonesia, Marc Klok. (Instagram/marcklok)

 
RADARSITUBONDO.ID - Suasana latihan Persib Bandung di lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kamis (26/3/2026), tak sepenuhnya diwarnai nuansa santai. Di balik sesi persiapan tim, gelandang senior Marc Klok justru menyuarakan kegelisahan yang belakangan ramai diperbincangkan publik sepak bola nasional.

Klok secara terbuka mengungkapkan keprihatinannya terhadap gelombang kritik hingga perundungan yang dialami rekan setimnya, Beckham Putra Nugraha. Situasi tersebut mencuat setelah Beckham mendapat panggilan memperkuat Timnas Indonesia untuk ajang FIFA Series 2026.

Gelandang naturalisasi itu mengakui bukan tipe pemain yang aktif menanggapi komentar di media sosial. Namun, intensitas hujatan yang diterima Beckham dalam dua pekan terakhir membuatnya merasa perlu bersuara. “Saya sudah melihat tanggapan dalam dua minggu terakhir ini. Kalau saya ada di sana, mungkin saya juga akan dibully,” ujarnya dengan nada serius.

Baca Juga: Perbaikan Jembatan Putus dan Bendungan Rusak di Situbondo Dikebut, Pemkab Tambah Anggaran hingga Rp4 Miliar

Pernyataan tersebut bukan sekadar empati sesama pemain, melainkan juga refleksi atas kondisi ekosistem sepak bola Indonesia saat ini. Klok mempertanyakan urgensi di balik kritik berlebihan yang kerap menjurus pada serangan personal. Baginya, tindakan tersebut tidak memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan pemain, bahkan justru berpotensi merusak.

“Untuk kita, untuk generasi berikutnya, untuk pemain muda, benefit apa untuk dibully? Ini harus ditanya, benefit apa?” tegasnya, menyoroti pentingnya kesadaran kolektif dalam membangun atmosfer yang sehat bagi talenta muda.

Lebih jauh, Klok menyinggung dampak psikologis yang bisa timbul akibat tekanan masif dari publik. Ia menggambarkan bagaimana gelombang komentar negatif dalam jumlah besar dapat mengganggu kondisi mental seorang pemain, terutama saat mereka dituntut untuk tampil konsisten di level tertinggi.

“Ini adalah penyalahgunaan besar dan masalah mental untuk kembali ke performa puncak ketika Anda memiliki ratusan ribu, jutaan orang yang membully Anda,” ungkapnya.

Baca Juga: Dampak Siklon Tropis Narelle Mulai Terasa, Hujan Lebat Ancam Jawa hingga NTT

Dalam pandangannya, fenomena ini juga memperlihatkan adanya standar ganda di kalangan suporter. Klok menilai Beckham, yang dalam dua tahun terakhir menunjukkan performa konsisten dan turut berkontribusi membawa Persib meraih prestasi, justru menerima tekanan yang tidak sebanding.

Ia pun mempertanyakan mengapa pemain dengan rekam jejak positif bisa menjadi sasaran kritik lebih keras dibandingkan pemain lain. Situasi ini, menurutnya, menjadi sinyal bahwa penilaian publik belum sepenuhnya objektif.

Sebagai pemain senior, Klok mencoba mengajak seluruh pecinta sepak bola Tanah Air untuk mengubah pola pikir. Ia menekankan pentingnya memberikan dukungan kepada siapa pun yang dipercaya mengenakan seragam Timnas, tanpa memandang latar belakang klub.

“Kita harus dukung dalam hal ini Beckham, kita harus dukung pemain lain, dan kita harus berhenti dengan pola pikir ini yang terlalu negatif,” pungkasnya.

Editor : Bayu Shaputra
#Becham Putra #Marc Klok #FIFA Series 2026 #timnas indonesia