RADARSITUBONDO.ID - John Herdman menegaskan bahwa misi utama yang tengah dibangun bersama skuad Timnas Indonesia adalah menembus Piala Dunia 2030. Target tersebut ditegaskan sebagai arah besar dari seluruh proses yang kini dijalani tim Garuda.
Pernyataan itu disampaikan Herdman usai laga FIFA Series menghadapi St Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa ambisi lolos ke Piala Dunia bukan sekadar wacana, melainkan misi kolektif yang menjadi dasar kerja tim setiap hari.
“Anda menyebutkan kualifikasi Piala Dunia. Itulah misinya. Tujuan kami adalah… Kami memiliki 280 juta alasan mengapa kami bangun setiap hari untuk melakukan apa yang kami kerjakan,” ujar Herdman.
Baca Juga: Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 120 FIFA Setelah Tumbangkan Saint Kitts and Nevis 4-0
Menurut pelatih asal Inggris itu, dorongan besar datang dari seluruh masyarakat Indonesia yang menaruh harapan pada tim nasional. Ia menyebut keinginan untuk mencetak sejarah sebagai tim putra pertama Indonesia yang tampil di Piala Dunia menjadi motivasi utama.
“Orang-orang ini sudah sangat jelas bahwa kami ingin menjadi tim putra pertama yang lolos (Piala Dunia) untuk negara ini dan berada di kelompok istimewa itu, dan memiliki momen dengan setiap anak, kakek-nenek, ibu, ayah, di negara ini,” lanjutnya.
Herdman menilai bahwa setiap proses yang dijalani saat ini merupakan bagian dari perjalanan panjang menuju target tersebut. Kemenangan meyakinkan 4-0 atas St Kitts and Nevis disebutnya hanya sebagai langkah kecil dalam membangun fondasi tim yang kuat.
Baca Juga: Belanda Menang Tipis 2-1 atas Norwegia, Reijnders Cetak Gol Penentu
“Ini langkah kecil. Kami memasang mentalitas. Ketika kami menargetkan menang 4-0 dengan clean sheet, kami menyelesaikannya. Bukan 3-0 atau 2-0, tapi kami berkomitmen untuk mencapai target,” katanya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya pembentukan mentalitas juara dalam setiap pertandingan. Bagi Herdman, konsistensi dalam mencapai target kecil akan menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di level kualifikasi.
Meski demikian, Herdman mengingatkan bahwa perjalanan menuju Piala Dunia tidak akan berjalan lurus. Ia menilai dinamika performa tim adalah hal yang wajar dalam proses pembangunan jangka panjang, sebagaimana pengalamannya saat menangani tim nasional Kanada.
“Maka saya berharap para penggemar dapat bersama kami karena akan ada pasang-surut. Saya mempelajarinya di (timnas) Kanada dalam jarak waktu lebih dari lima tahun. Ini tidak pernah menjadi garis lurus,” tuturnya.
Pengalaman tersebut menjadi pijakan optimisme bagi Herdman dalam membangun Timnas Indonesia. Ia bahkan menyampaikan keyakinan bahwa dalam rentang waktu empat tahun, target lolos ke Piala Dunia bisa direalisasikan.
Baca Juga: KPK Minta Maaf Soal Tahanan Rumah Yaqut Cholil Qoumas
“Anda harus menderita, Anda harus menikmatinya, bersama-sama, namun saya jamin kepada Anda, dalam rentang waktu empat tahun kami akan berada di sana. Kami akan lolos dengan tim ini,” kata Herdman.
Pada perjalanan terakhir di kualifikasi Piala Dunia 2026, langkah Indonesia harus terhenti setelah menghadapi lawan-lawan kuat. Tim Garuda mengalami kekalahan tipis 0-1 dari Irak dan kalah 2-3 dari Arab Saudi.
Meski belum berhasil melangkah lebih jauh, pencapaian tersebut tetap menjadi catatan penting. Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan edisi-edisi sebelumnya, di mana tim lebih sering tersingkir pada putaran awal.
Editor : Bayu Shaputra