RADARSITUBONDO.ID - Kemenangan Timnas Indonesia pada laga pembuka FIFA Series 2026 mendapat respons positif dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Namun, ia menegaskan bahwa hasil tersebut belum menjadi akhir dari perjuangan tim Garuda dalam turnamen ini.
Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Timnas Indonesia tampil dominan saat menghadapi St Kitts and Nevis. Empat gol tanpa balas menjadi bukti efektivitas permainan yang ditunjukkan skuad Garuda. Dua gol dicetak oleh Beckham Putra, sementara dua gol lainnya masing-masing disumbangkan oleh Ole Romeny dan Mauro Zijlstra.
Hasil ini sekaligus menandai awal positif bagi era kepelatihan John Herdman. Kemenangan perdana tersebut dinilai menjadi indikasi bahwa tim berada di jalur yang tepat dalam membangun performa kompetitif.
Baca Juga: Juwono Sudarsono Meninggal Dunia, Eks Menhan Era Gus Dur dan SBY Tutup Usia
Meski demikian, Erick Thohir menegaskan bahwa euforia tidak boleh membuat tim lengah. Ia tetap mengingatkan pentingnya menjaga fokus untuk laga berikutnya yang dinilai lebih menantang.
"Alhamdulillah, hasil bagus untuk Timnas Indonesia melawan St Kitts and Nevis di pertandingan pertama FIFA Series. Terima kasih kepada para pemain, pelatih John Herdman dan seluruh ofisial yang sudah berjuang," kata Erick dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/3).
Ia juga memberikan apresiasi kepada para suporter yang terus memberikan dukungan penuh di stadion maupun dari luar lapangan.
"Apresiasi juga untuk seluruh suporter Indonesia yang selalu setia mendukung Timnas bertanding. Perjuangkan belum selesai, fokus ke pertandingan berikutnya," ujarnya.
Baca Juga: Ravi Minta Maaf Usai Wajib Militer, Akui Pernah Hindari Tugas Negara
Selanjutnya, Timnas Indonesia akan menghadapi Bulgaria dalam laga kedua yang digelar di stadion yang sama pada Senin (30/3) pukul 20.00 WIB. Lawan yang akan dihadapi bukan tanpa ancaman. Tim asuhan Aleksandar Dimitrov sebelumnya mencatat kemenangan besar 10-2 atas Kepulauan Salomon.
Erick menilai kemenangan atas St Kitts and Nevis memang menjadi modal penting, terutama dalam meningkatkan kepercayaan diri pemain. Namun, ia menekankan bahwa standar permainan harus terus ditingkatkan menghadapi lawan dengan kualitas berbeda.
"Kemenangan ini modal kepercayaan diri, tetapi lawan berikutnya menuntut standar yang lebih tinggi. Saya yakin, pelatih dan para pemain sudah memindahkan fokus ke final melawan Bulgaria dengan lebih bersiap, disiplin dan tetap waspada," pungkas Erick Thohir.
Editor : Bayu Shaputra